Rekomendasi Fashion

Lintang Nyuminar, Memadukan Kerajinan Kulit dan Tenun Lurik untuk Meningkatkan Nilai Produk Lokal

0
Penulis: Pramanuharaoee
Editor: Andra Kusuma
Produk Lintang Nyuminar, Memadukan Kulit dan Tenun Lurik untuk Meningkatkan Nilai Produk Lokal.

TRIBUNSHOPPING.COM - Lintang Nyuminar merupakan sebuah usaha yang dimulai pada tahun 2017 oleh Ruri Eli Kusumawati. 

Beralamat di Palm Permata, A-18, Bulukan, Colomadu, usaha ini lahir dengan tujuan untuk mengangkat potensi produk lokal yang kaya akan nilai budaya, dengan memadukan bahan kulit dan tenun lurik. 

Ruri, yang berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah, merasa bahwa daerahnya memiliki potensi besar untuk menciptakan produk yang tak hanya indah, tetapi juga bernilai tinggi di pasar.

Ruri mulai merintis usahanya dengan ide yang sederhana namun penuh semangat. 

"Waktu saya tinggal di Jawa Timur, saya banyak melihat pabrik-pabrik yang memproduksi sepatu dan tas kulit.  Dari situ saya berpikir, kenapa tidak menggabungkan produk kulit dari sana dengan tenun lurik yang menjadi ciri khas daerah saya?" ungkap Ruri. 

Baca juga: Produk Ecoprint Sari Craft, Sebuah Karya Indah dan Ramah Lingkungan

Ia ingin agar produk dari daerah Sukoharjo bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dengan menggabungkan kulit dan tenun lurik, Ruri tidak hanya ingin menghasilkan produk yang indah, tapi juga membantu perekonomian lokal dengan memberdayakan pengrajin di sekitarnya. 

Dengan begitu, produk yang sebelumnya hanya berupa kain tenun bisa berubah menjadi barang yang lebih bernilai, seperti tas dan aksesoris, yang tentunya lebih menguntungkan.

Keunikan dari Produk Lintang Nyuminar

Keunikan dari produk Lintang Nyuminar, berbeda dari produk lainnya. (instagram.com/lintangnyuminar)

Salah satu hal yang membuat Lintang Nyuminar berbeda dari produk lainnya adalah bahan-bahan yang digunakan. 

Ruri selalu berusaha menggunakan bahan alami dan berkualitas. 

Misalnya, tenun lurik yang digunakan semuanya diproduksi secara handmade, bukan menggunakan mesin. 

Hal ini memberikan kualitas dan kesan eksklusif pada setiap produk yang dihasilkan.

Tak hanya itu, Ruri juga kerap menambahkan sentuhan kreatif, seperti penggunaan kulit sapi, kulit domba, hingga kulit sintetis yang digunakan sebagai aksen pada produk, menjadikannya semakin menarik. 

Tidak jarang pula, Ruri menambahkan bahan pandan alami yang diproses menjadi produk kreatif dengan menggunakan teknik decoupage, seni menempelkan gambar atau pola pada permukaan produk dengan tisu dan pernis. 

Teknik ini menghasilkan desain yang unik dan estetik, dengan sentuhan vintage yang sedang populer.

Baca juga: Griya NA, Beragam Produk Kreatif yang Menjadi Pilihan Utama dengan Kualitas Terbaik

Proses Pembuatan Produk Lintang Nyuminar Membutuhkan Ketelitian

Setiap produk Lintang Nyuminar tidak hanya dihasilkan dengan kreativitas, tetapi juga dengan ketelitian tinggi. 

Salah satu bahan yang sering digunakan adalah kain ikat jumputan yang dibuat dengan cara manual oleh pengrajin lokal. 

Kain ini dicelup dengan pewarna alami dan dijemur dengan hati-hati. 

Setelah itu, produk akan dijahit dengan rapi, dan setiap detail akan diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Ruri mengungkapkan bahwa proses seleksi bahan baku menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas produk. 

"Kita harus memilih pandan yang benar-benar kering dan anyamanannya yang tidak mudah sobek. Semua bahan harus berkualitas tinggi sebelum dijadikan produk jadi," ujarnya. 

Oleh karena itu, meski harganya lebih mahal, Lintang Nyuminar berusaha memberikan produk yang bisa bertahan lama dan tetap terjaga kualitasnya.

Tantangan dan Peluang dari Lintang Nyuminar

Lintang Nyuminar menghadapi berbagai tantangan, terutama dari produk impor yang harganya lebih murah. (instagram.com/lintangnyuminar)

Seperti halnya pengusaha kreatif lainnya, Ruri menghadapi berbagai tantangan, terutama dari produk impor yang harganya lebih murah. 

"Produk luar negeri banyak yang terbuat dari bahan sintetis yang lebih murah, dan banyak orang lebih tertarik pada harga yang lebih rendah," ujarnya. 

Namun, Ruri tetap bertahan dengan prinsip bahwa kualitas dan ketelatenan dalam pembuatan produk handmade akan selalu lebih dihargai oleh pasar yang mengutamakan kualitas.

Ruri menyadari bahwa pasarnya lebih banyak berasal dari ibu-ibu berusia 35 hingga 60 tahun yang mencari tas berkualitas tinggi namun ringan. 

Selain itu, banyak pesanan datang dari berbagai organisasi dan acara, seperti cenderamata untuk acara keluarga atau hadiah untuk kenang-kenangan. 

Meskipun demikian, Ruri juga menjajaki pasar online untuk memperkenalkan produk Lintang Nyuminar ke lebih banyak orang.

Baca juga: Jammak Craft, Produk Kerajinan Tangan Lokal dengan Sentuhan Tradisional yang Memikat

Kolaborasi dan Meningkatkan Pemasaran Lintang Nyuminar

Untuk memperkenalkan produknya, Ruri tidak hanya mengandalkan penjualan offline, tetapi juga aktif mengikuti berbagai pameran dan event. 

Salah satunya adalah Festival Tas Nusantara dan fashion show, di mana Lintang Nyuminar tampil memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang. 

"Kolaborasi dengan pengrajin kain dan penjahit di sekitar saya juga sangat penting. Itu yang membuat kita bisa bertahan," kata Ruri.

Meskipun lebih fokus pada penjualan offline, Ruri berharap bisa terus mengembangkan jangkauan pemasarannya, baik secara online maupun dengan mengikuti lebih banyak event. 

"Semoga dengan semakin banyak orang yang mengenal produk ini, Lintang Nyuminar bisa semakin berkembang dan dikenal, tidak hanya di Solo, tapi juga di luar kota atau bahkan luar negeri," tambahnya.

Harapan untuk Industri Kerajinan Indonesia

Harapan Lintang Nyuminar untuk Industri Kerajinan Indonesia Kedepannya. (instagram.com/lintangnyuminar)

Ruri berharap industri kerajinan di Indonesia bisa terus berkembang dan menguasai pasar, baik domestik maupun internasional. 

Ia juga berharap pemerintah bisa memberikan dukungan yang lebih kepada pelaku industri kreatif, seperti Lintang Nyuminar, agar produk-produk lokal bisa bersaing dengan produk impor.

"Saya ingin produk-produk kita bisa dikenal lebih luas, tidak kalah dengan produk luar negeri. Kita punya banyak bahan alami yang luar biasa dan pengrajin yang sangat berbakat. Kami berharap ada lebih banyak kesempatan untuk memasarkan produk lokal dan membuka pintu bagi para pelaku usaha untuk berkembang," kata Ruri.

Pesan untuk Generasi Muda

Bagi generasi muda yang tertarik untuk mengikuti jejaknya sebagai pengrajin, Ruri memiliki pesan yang sangat positif. 

"Generasi muda sekarang punya banyak keuntungan, terutama dalam hal akses informasi melalui media sosial. Mereka bisa lebih cepat maju dan bahkan lebih kreatif daripada generasi kami," ujarnya.

Menurutnya, dengan banyaknya referensi dan model terbaru yang tersedia, generasi muda bisa dengan mudah menciptakan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Ruri juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal dan kearifan budaya Indonesia untuk menciptakan produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian daerah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(PRAMANUHARAOEE/TRIBUNSHOPPING.COM)

Komentar
Tulis komentar Anda...(max 1500 karakter)

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Artikel Terkini

Tips Fashion

Tips Menghilangkan Goresan pada Cincin Pernikahan Emas dan Cara Tepat Merawatnya Agar Awet Lama

Meski Hadirkan Spek Luar Biasa, Nintendo Switch 2 Ternyata Masih Miliki Kekurangan yang Mengganggu

Produk Handphone

Transsion Rajai Pasar Smartphone RI, Ini Daftar Harga HP yang Dimilikinya: Itel, Infinix, TECNO

Skincare

Review Skin Aqua Tone Up UV Essence SPF 50+ PA+++, Lindungi Kulit Sekaligus Base Makeup

Tips Home Care

8 Tips Menyimpan Buah Stroberi, Hindari Mencuci dan Mencabut Batangnya