TRIBUNSHOPPING.COM - Stopkontak menjadi salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan rumah yang sering kali luput dari perhatian.
Padahal, kerusakan pada stopkontak bisa berisiko menimbulkan bahaya serius, seperti kebakaran atau sengatan listrik.
Meskipun terlihat aman, beberapa tanda kerusakan pada stopkontak harus diwaspadai karena bisa menunjukkan adanya masalah yang lebih besar.
Oleh karenanya, penting untuk mengenali tanda-tanda tersebut dan segera mengambil tindakan.
Berikut selengkapnya Tribunshopping.com merangkum lima tanda kerusakan pada stopkontak yang tidak boleh dianggap remeh.
1. Tidak Ada Tegangan Listrik
Stopkontak yang tidak mengeluarkan tegangan listrik sering kali menjadi tanda awal adanya kerusakan serius.
Ketika perangkat elektronik tidak menyala meski sudah terhubung dengan benar, kemungkinan besar ada masalah pada aliran listrik di dalam stopkontak tersebut.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti kabel putus, koneksi internal yang longgar, atau bahkan gangguan pada sistem kelistrikan rumah.
Kerusakan ini biasanya terjadi pada stopkontak yang sudah digunakan dalam jangka waktu lama tanpa adanya perawatan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko memicu korsleting listrik yang berbahaya.
Baca juga: 4 Kesalahan Penggunaan Stopkontak yang Harus Dihindari di Rumah, Waspadai Korsleting Listrik
Sebelum memastikan kerusakan, coba hubungkan perangkat lain pada stopkontak yang sama.
Tujuannya tidak lain untuk memeriksa apakah masalahnya memang dari stopkontak tersebut atau perangkat yang digunakan.
Bila stopkontak tetap tidak berfungsi, pastikan untuk memutus aliran listrik utama sebelum memeriksa atau menggantinya.
2. Ada Bagian yang Menguning dan Meleleh
Bagian stopkontak yang terlihat menguning atau bahkan meleleh merupakan tanda kerusakan serius yang tidak boleh diabaikan.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh panas berlebih yang dihasilkan dari arus listrik yang tidak stabil atau koneksi yang kurang sempurna di dalam stopkontak.
Panas yang berlebihan ini dapat merusak material plastik pada stopkontak, sehingga menimbulkan warna kekuningan atau perubahan bentuk pada permukaannya.
Dalam beberapa kasus, lelehan pada stopkontak juga bisa menjadi indikasi adanya korsleting kecil yang terjadi berulang kali.
Jika terus dibiarkan, risiko kebakaran dapat semakin besar karena material yang meleleh dapat memicu percikan api.
Ketika menemukan tanda-tanda seperti ini, segera hentikan penggunaan stopkontak tersebut untuk mencegah bahaya lebih lanjut.
3. Muncul Bau Terbakar dan Asap
Munculnya bau terbakar atau asap dari stopkontak merupakan tanda kerusakan yang harus segera ditangani.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh hubungan arus pendek atau panas berlebih yang mengakibatkan material di dalam stopkontak terbakar.
Bau menyengat seperti plastik terbakar sering kali menjadi peringatan awal sebelum kerusakan bertambah parah.
Jika tidak segera diatasi, masalah ini bisa memicu kebakaran yang membahayakan seluruh rumah.
Ketika mencium bau terbakar atau melihat asap, segera cabut perangkat yang terhubung dengan stopkontak.
Demi keamanan, segera pula matikan aliran listrik di rumah untuk mencegah bahaya lebih lanjut.
Hindari mencoba memperbaiki sendiri jika tidak memiliki keahlian, karena risiko tersengat listrik atau memperburuk kerusakan cukup besar.
Sebaiknya, hubungi teknisi listrik profesional untuk memeriksa stopkontak dan memperbaiki masalah dengan aman.
4. Keluar Percikan Api
Percikan api yang keluar dari stopkontak juga bisa menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat hubungan arus pendek, koneksi kabel yang longgar, atau komponen internal yang sudah aus.
Percikan api tidak hanya merusak perangkat yang terhubung, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran dalam waktu singkat.
Masalah ini sering kali diawali dengan bunyi seperti letupan kecil atau kilatan api saat colokan ditancapkan ke stopkontak.
Jika menemukan tanda-tanda ini, segera hentikan penggunaan stopkontak dan matikan aliran listrik utama di rumah.
5. Stopkontak Longgar
Stopkontak yang longgar sebaiknya tidak lagi dianggap sepele, karena ini bisa menjadi awal dari masalah yang lebih besar.
Kondisi stopkontak yang longgar biasanya terjadi karena seringnya colokan dipasang dan dicabut tanpa hati-hati.
Imbasnya, komponen dalam stopkontak menjadi aus atau tidak lagi mencengkeram dengan baik.
Ketika stopkontak tidak mencengkeram colokan dengan erat, koneksi listrik bisa menjadi tidak stabil.
Hal ini dapat memicu percikan api atau panas berlebih yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada perangkat elektronik atau bahkan korsleting.
Jika stopkontak terasa longgar, segera hentikan penggunaannya untuk menghindari risiko lebih lanjut.
Selain itu, hindari memaksakan colokan ke dalam stopkontak karena dapat memperburuk kerusakan.
Demikian setidaknya lima tanda kerusakan pada stopkontak yang ada baiknya tidak boleh diremehkan lagi, yuk mulai perhatikan kondisinya! (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RamaFitra/Tribunshopping.com)