TRIBUNSHOPPING.COM - Apakah kamu merasa terganggu dengan wajah dan kepalamu yang berkeringat berlebihan?
Ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian.
Berkeringat adalah proses alami yang membantu mencegah panas berlebih pada tubuhmu.
Namun, jika berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mungkin juga merupakan gejala dari suatu kondisi yang mendasarinya.
Baca juga: Bikin Tak Nyaman Seharian, Ini 6 Cara Mengatasi Keringat Berlebih di Ketiak
Nah, berikut ini TribunShopping.com akan menjelaskan tentang keringat berlebih di wajah dan kepala, dikutip dari berbagai sumber:
Mengapa Kamu Berkeringat?
Berkeringat mungkin merupakan pengalaman yang tidak terlalu baik bagimu, tetapi ini adalah proses penting untuk mengontrol suhu tubuh normal.
Suhu normal tubuh Anda adalah sekitar 36,5 derajat celsius.
Namun, suhu dapat meningkat karena kondisi cuaca luar, aktivitas fisik apa pun, atau demam.
Jika tubuhmu tidak mampu mendinginkan suhu tersebut, ada dampaknya.
Ada kemungkinan besar kamu menderita serangan panas (heat stroke) atau masalah kesehatan lainnya.
Untungnya, tubuh manusia diciptakan dengan mekanisme yang sangat canggih yang memungkinkan suhu tubuh menjadi dingin saat diperlukan.
Hipotalamus otakmu mengirimkan sinyal ke kelenjar keringat ekrin segera setelah suhu tubuhmu mulai meningkat.
Saat itulah kamu mulai berkeringat dan dengan cara ini suhu tubuhmu menjadi dingin.
Kondisi lain juga cenderung membuat kamu berkeringat seperti mengalami emosi ekstrem atau mengonsumsi makanan pedas.
Saat kamu stres, bersemangat, atau takut akan sesuatu, tubuhmu juga mulai berkeringat.
Namun keringat ini sedikit berbeda dengan keringat biasa.
Itu karena ketika kamu stres atau takut, tubuhmu memulai respons melawan atau lari, berapa pun suhu tubuhmu.
Hal ini mengaktifkan kelenjar keringat apokrin di tubuhmu dan kamu mulai berkeringat.
Terkadang saat makan pedas, mulut terasa seperti terbakar.
Saat itulah otakmu tertipu untuk berpikir bahwa tubuh kamu kepanasan dan mengirimkan sinyal ke kelenjar keringat.
Selain itu, selama proses metabolisme makanan, kamu mengalami sedikit keringat.
Alasannya sama, kamu merasa sedikit gelisah dan berkeringat setelah makan berat.
Hiperhidrosis bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan usianya.
Hal itu bisa dimulai kapan saja dalam hidupmu.
Faktanya, beberapa survei menunjukkan bahwa hampir 365 juta orang menderita keringat berlebih.
Baca juga: 9 Tips Membuat Riasan Tahan Keringat, Tetap Tampil Badai dan Flawless di Cuaca Panas
Apa Penyebab Wajah dan Kepala Berkeringat Berlebihan?
Hiperhidrosis adalah kondisi kesehatan umum yang membuat kamu berkeringat berlebihan.
Jika hiperhidrosis menyerang wajah dan kepala, hal ini disebut Hiperhidrosis Kraniofasial.
Alasan tubuhmu mengeluarkan keringat adalah untuk mendinginkan suhu tubuh.
Namun dalam kasus hiperhidrosis, kamu berkeringat terlalu banyak tanpa alasan apa pun, meskipun tubuhmu tidak perlu melakukan pendinginan.
Hampir 2 hingga 3 dari 100 orang terkena dampak kondisi ini.
Hiperhidrosis terdiri dari dua jenis, yakni hiperhidrosis fokal primer dan hiperhidrosis sekunder.
Jika keringat berlebih tidak berhubungan dengan kondisi medis yang mendasarinya atau pengobatan yang sedang dilakukan, hal ini diidentifikasi sebagai hiperhidrosis fokal primer.
Namun, hiperhidrosis sekunder dikaitkan dengan kondisi medis yang mendasari atau pengobatan tertentu.
Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan keringat berlebih di wajah dan kepala.
Berikut ini beberapa penyebab yang mendasari kondisi ini:
1. Genetika
Sebuah penelitian yang dilakukan mengenai hiperhidrosis fokal menunjukkan bahwa hampir 30-50 persen orang yang mengalami keringat berlebih memiliki riwayat keluarga yang sama.
2. Kelenjar Keringat dalam Jumlah Besar
Wajah dan kepalamu memiliki lebih banyak kelenjar keringat dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Wajar jika kamu memiliki masalah keringat berlebih, lebih banyak terlihat di wajah dan kepala.
3. Kondisi Cuaca
Kondisi cuaca yang sangat lembab atau panas menjadi pemicu hiperhidrosis.
4. Emosi Ekstrim
Emosi seperti kemarahan, ketakutan, stres, dan kecemasan sering kali menjadi penyebab keringat berlebih pada manusia.
5. Kondisi Medis
Kondisi kesehatan tertentu menyebabkan hiperhidrosis sebagai efek samping.
Kanker, penyakit jantung, diabetes, cedera tulang belakang, dan menopause berhubungan dengan keringat berlebih.
6. Pengobatan Tertentu
Obat-obatan seperti antidepresan, antibiotik, obat antivirus, obat penghilang rasa sakit menyebabkan keringat berlebih.
Baca juga: 5 Cara Membuka Pori-pori yang Tersumbat Akibat Wajah Terlalu Sering Berkeringat
10 Tips Mudah agar Keringat Berlebihan Tetap Terkendali
1. Jika kamu mengalami masalah keringat berlebih, siapkan handuk lembut dan kering.
Kapan pun kamu merasa perlu membersihkan keringat, gunakan handuk untuk mengeringkannya.
Bersikaplah lembut saat kamu menyekanya dengan handuk.
2. Mandi setiap hari untuk menghilangkan semua kuman dan bakteri dari kulitmu.
Ingat, kebersihan adalah hal yang paling penting.
3. Jika kamu menggunakan antiperspiran, coba gunakan pada pagi hari dan sebelum tidur.
4. Berhati-hatilah dalam memilih pakaian biasa.
Cobalah mengenakan pakaian yang nyaman.
Sebaiknya gunakan pakaian berbahan katun yang memungkinkan kulitmu bernapas.
5. Batasi asupan kafein dan hindari makanan pedas sebisa mungkin.
6. Berkeringat membuat kamu kehilangan banyak air yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Minumlah air yang cukup agar tetap terhidrasi jika kamu banyak berkeringat.
7. Gunakan bedak wajah yang ringan untuk menyerap keringat atau kelembapan berlebih di wajahmu.
8. Bawalah kipas angin kecil jika kamu akan keluar.
Hal ini dapat membantu menenangkanmu kapan pun diperlukan.
9. Karena proses metabolisme memanaskan tubuh, makanlah dalam porsi kecil namun sering untuk mengatur suhu tubuh.
10. Hindari berolahraga jika kamu sangat lelah atau baru saja menyelesaikan aktivitas fisik.
Sebaliknya, hal ini dapat meningkatkan masalah keringat.
Nah, itulah tadi penyebab keringat berlebih di wajah dan kepala.
Meskipun berkeringat adalah hal paling alami yang terjadi di tubuhmu, keringat berlebih dapat menimbulkan stres, terutama jika terjadi di wajah dan kepala.
Hal ini mungkin tidak nyaman, tetapi kamu dapat menggunakan cara sederhana untuk mengendalikannya.
Namun, jika kamu mengalami keringat berlebihan dan tidak terkendali di wajah dan kepala tanpa alasan apa pun, sebaiknya hubungi dokter.
Dokter akan menentukan apakah ada kondisi mendasar di baliknya dan menyarankan pengobatan berdasarkan tingkat keparahannya.
Semoga artikel ini bermanfaat!
(TribunShopping.com/Maria N)