TRIBUNSHOPPING.COM - Sakit mata adalah kondisi umum dan banyak orang mengalami iritasi mata dari waktu ke waktu.
Gejalanya berkisar dari rasa gatal ringan hingga nyeri yang melemahkan.
Penyebabnya bisa sesederhana bulu mata tertusuk atau sesuatu yang jauh lebih serius.
Memahami penyebab sakit mata dapat membantumu mengobatinya dan, jika perlu, mencari pertolongan medis.
Baca juga: Ketahui Penyebab Mata Bengkak dan Sembuhkan dengan 6 Cara Ini
Jika rasa sakit tidak kunjung hilang dengan perawatan di rumah, bertambah parah, atau disertai kehilangan penglihatan, penting untuk segera menghubungi dokter mata.
Dalam banyak kasus, sakit mata tidak terlalu parah dan dapat hilang dengan sendirinya.
Namun, memahami kemungkinan sumber iritasimu tetap bermanfaat sehingga kamu dapat mengetahui apa yang diharapkan dari pengobatan.
Nah, berikut ini beberapa penyebab sakit mata dan cara mengobatinya, dikutip TribunShopping.com dari berbagai sumber:
1. Infeksi
Dalam banyak kasus, nyeri dan iritasi mata dapat mengindikasikan infeksi virus, jamur, atau bakteri.
Konjungtivitis, atau mata merah, adalah salah satu infeksi mata yang paling umum dan biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri di konjungtiva, selaput yang melindungi mata.
Mata merah, terbakar, dan berair adalah hal biasa, begitu juga dengan cairan kental yang mungkin menumpuk saat kamu tidur.
Konjungtivitis virus dan bakteri sangat menular.
Kondisi mata umum lainnya yang disebabkan oleh infeksi termasuk blefaritis, yang menyerang kelopak mata, dan keratitis, yang menyerang kornea.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh iritasi ringan, minyak, atau saluran tersumbat, namun juga dapat timbul karena infeksi yang lebih serius yang dapat merusak mata.
Jika kamu mengalami iritasi dan kemerahan yang berkepanjangan, kepekaan terhadap cahaya, atau keluarnya cairan dari mata, segera kunjungi dokter.
2. Alergi
Reaksi alergi juga dapat menyebabkan matamu iritasi, bengkak, gatal atau perih.
Alergi sangat umum terjadi dan banyak orang alergi terhadap partikel umum di udara seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan peliharaan.
Jika kamu cenderung mengalami gejala-gejala ini pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, kamu mungkin alergi terhadap jenis serbuk sari tertentu.
Dalam beberapa kasus, reaksi alergi dapat menyebabkan konjungtivitis alergi.
Obat tetes mata atau larutan garam yang dijual bebas sering kali merupakan obat pertama yang efektif, meskipun kamu mungkin memerlukan perawatan resep dari dokter.
3. Lensa Kontak
Meskipun lensa kontak umumnya aman, kebiasaan membersihkan yang buruk atau penggunaan lensa kontak yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi mata dan bahkan infeksi.
Keratitis sangat umum terjadi pada pemakai lensa kontak yang gagal mengikuti instruksi.
Misalnya, tidur dengan lensa atau memakainya lebih lama dari yang disarankan dapat menyebabkan masalah, begitu pula penyimpanan yang tidak tepat atau kegagalan dalam membersihkan lensa.
Bakteri, jamur, parasit, dan virus juga dapat menumpuk di lensa dan menyebabkan infeksi mata.
Gejala selain sakit mata mungkin termasuk penglihatan kabur, kemerahan, dan perasaan seperti ada sesuatu di matamu.
Baca juga: 9 Makanan dan Suplemen yang Mampu Mengurangi Mata Panda, Tak Hanya Mentimun Lho
4. Polutan
Matamu mungkin bereaksi terhadap berbagai polutan luar atau dalam ruangan.
Mulai dari klorin di kolam renang, asap rokok, hingga asap mesin mobil.
Gejalanya mungkin berbeda-beda tergantung orangnya dan jenis polutannya.
Iritasi dan peradangan sering terjadi, dan akibatnya bisa terjadi konjungtivitis.
Penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap banyak polutan ini dapat menyebabkan kondisi mata jangka panjang yang serius, seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula terkait usia.
Jika kamu sering mengalami kualitas udara yang buruk, merokok di dalam ruangan, atau ventilasi dalam ruangan yang buruk, dan mengalami iritasi atau nyeri mata, bicarakan dengan dokter tentang cara melindungi matamu.
5. Benda Asing
Mata cukup sensitif, dan refleks kelopak mata yang cepat dirancang untuk mencegah masuknya benda asing.
Namun, iritasi kecil sering kali masuk, baik itu bulu mata atau partikel debu.
Dalam banyak kasus, kamu dapat mengedipkannya atau membilasnya dengan air bersih dan hangat .
Namun, kamu harus berhati-hati jika ada benda asing di matamu.
Mengucek mata dapat menyebabkan kerusakan, dan mencoba menghilangkan benda asing yang lebih tajam seperti serpihan logam atau kayu dapat berbahaya.
Jangan pernah mencoba menghilangkan apa pun sendiri jika kamu tidak dapat menghilangkannya hanya dengan membilasnya.
6. Mata Kering
Terkadang, iritasi mata hanya disebabkan oleh mata kering.
Ini sangat umum terjadi di cuaca dingin atau ketika kamu menghabiskan banyak waktu di depan komputer.
Jika kamu merasa terganggu dengan mata terbakar atau gatal, cobalah beberapa pengobatan rumahan untuk mata kering.
Misalnya, minum banyak air, menyalakan pelembab udara, dan berkedip secara teratur saat kamu bekerja adalah kebiasaan sederhana yang dapat meredakan nyeri.
Obat tetes pelembab yang dijual bebas juga bisa membantu.
Jika pengobatan ini tidak berhasil atau kamu mengalami perubahan penglihatan, konsultasikan dengan dokter mata.
Baca juga: 6 Vitamin dan Mineral Terbaik untuk Kesehatan Mata, Tak Cukup Vitamin A Saja
7. Peradangan
Peradangan dapat terjadi di berbagai bagian mata, dan seringkali merupakan tanda dari kondisi yang lebih serius.
Uveitis, misalnya, adalah peradangan umum pada mata.
Iritis adalah jenis uveitis yang terjadi pada iris, bagian mata yang berwarna di sekitar pupil, dan neuritis optik adalah pembengkakan internal saraf optik, yang mengirimkan sinyal ke otak.
Kondisi ini terkadang diakibatkan oleh cedera mata, infeksi, atau penyakit inflamasi, namun terkadang juga muncul tanpa alasan yang jelas.
Gejala kondisi peradangan mata mungkin termasuk pembengkakan, kemerahan, nyeri mata, penglihatan kabur, eye floaters, dan sensitivitas cahaya.
Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan atau glaukoma, sehingga penting untuk segera mencari pengobatan.
Seorang dokter dapat meresepkan pengobatan tergantung pada jenis penyakitnya.
8. Kerusakan pada Mata
Tentu saja kerusakan pada jaringan mata dapat menyebabkan iritasi dan nyeri pada mata.
Jika ada sesuatu yang menggores lensa atau korneamu, hal ini bisa sangat menyakitkan, dan hal ini dapat terjadi karena sesuatu yang terlihat jelas seperti dahan pohon atau kuas riasan atau sesuatu yang lebih kecil, seperti debu.
Lensa kontak bahkan bisa menyebabkan lecet jika tidak dibersihkan dengan benar.
Kamu mungkin memerlukan obat tetes mata antibiotik atau pelumas untuk mencegah infeksi dan memastikan penyembuhan yang tepat.
9. Bintitan
Bintitan adalah benjolan merah, mirip jerawat atau bisul, yang terbentuk di tepi kelopak mata.
Biasanya menyakitkan tetapi tidak berbahaya.
Bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri ringan dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Kamu dapat meredakan nyeri dan mempercepat proses penyembuhan dengan menempelkan waslap hangat pada kelopak mata beberapa kali sehari.
10. Kondisi Kesehatan
Jika kamu tidak dapat menentukan penyebab sakit matamu, hal itu mungkin disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya atau penyebab medis lainnya.
Kondisi seperti penyakit Lyme, campak, herpes zoster, atau penyakit hati semuanya dapat terjadi pada mata.
Beberapa bentuk glaukoma yang parah dapat menyebabkan sakit mata yang parah.
Jika iritasi atau nyeri mata disertai gejala lain atau tidak ada penyebab yang jelas, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Nah, itulah tadi beberapa penyebab umum sakit mata dan cara mengatasinya.
Penting untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk mata dan penglihatan yang penting untuk kehidupan sehari-hari.
Semoga artikel ini bermanfaat!
(TribunShopping.com/Maria N)