TRIBUNSHOPPING.COM - Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Bagi ibu menyusui, berpuasa selama Ramadan tentu menjadi tantangan tersendiri.
Selain menjaga kesehatan tubuh sendiri, ibu menyusui juga perlu memastikan bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup.
Namun, dengan persiapan yang tepat, ibu menyusui bisa tetap berpuasa dengan aman tanpa mengganggu kualitas ASI atau kesehatan bayi.
Meskipun berpuasa saat menyusui memang bisa dilakukan dengan aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibu tetap sehat dan kuat sepanjang hari.
Baca juga: 5 Rekomendasi Susu untuk Ibu Menyusui yang Tinggi Asam Folat, Sudah BPOM
Berikut ini, akan membahas empat tips berpuasa yang aman untuk ibu menyusui selama bulan Ramadan 2025.
1. Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Berpuasa saat menyusui memang aman, namun ibu menyusui perlu lebih memperhatikan asupan cairan mereka agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Cairan tubuh yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, serta untuk memastikan produksi ASI tetap lancar.
Dehidrasi bisa berdampak negatif pada kesehatan ibu, seperti pusing, lemas, atau masalah kulit, dan bisa mempengaruhi produksi ASI.
Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk minum setidaknya 8 gelas air putih setiap hari (sekitar 2/3 liter), yang bisa dibagi secara merata sepanjang hari.
Contohnya, 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka puasa, dan 4 gelas di malam hari setelah berbuka.
Selain air putih, ibu menyusui juga bisa mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air tinggi.
Ini bisa membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Makanan seperti sup, buah semangka, belimbing, stroberi, dan jeruk adalah pilihan yang baik karena selain mengandung air, buah-buahan ini juga memberikan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh.
Dengan memenuhi kebutuhan cairan dengan cara yang tepat, ibu menyusui dapat tetap sehat dan energi mereka terjaga selama berpuasa.
2. Menjaga Asupan Nutrisi
Salah satu tantangan terbesar bagi ibu menyusui yang berpuasa adalah memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Nutrisi yang tepat sangat penting untuk ibu yang sedang menyusui agar mereka tetap bertenaga dan produksi ASI tetap optimal.
Ketika berpuasa, waktu makan terbatas, sehingga pemilihan makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka menjadi sangat penting.
Makanan yang dikonsumsi saat sahur akan menjadi sumber energi utama bagi tubuh selama berpuasa dan juga mendukung kualitas ASI.
Ibu menyusui disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, seperti telur, ikan salmon, daging, dan kacang-kacangan seperti kacang merah.
Selain itu, penting juga untuk mengonsumsi sayuran hijau yang kaya serat, seperti brokoli, bayam, dan katuk.
Serat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, yang akan sangat berguna agar ibu tidak merasa lapar sepanjang hari.
Jangan lupa untuk memilih makanan yang kaya akan zat-zat penting seperti potasium, magnesium, dan seng yang sangat dibutuhkan oleh tubuh ibu menyusui.
Biasanya, ibu menyusui yang berpuasa rentan kekurangan zat-zat ini, yang bisa menyebabkan rasa lelah atau gangguan kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, selain makanan, ibu juga bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung zat-zat tersebut jika diperlukan, dengan saran dari tenaga medis.
Baca juga: 6 Rekomendasi Suplemen dan Obat Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui
3. Istirahat yang Cukup

Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa.
Tubuh ibu membutuhkan istirahat yang cukup untuk menjaga stamina dan memastikan bahwa produksi ASI tetap terjaga.
Tidur yang cukup sangat berhubungan dengan kesehatan fisik dan mental ibu.
Ketika ibu mendapatkan waktu tidur yang cukup, tubuh bisa beristirahat dan memulihkan energi yang digunakan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menyusui dan berpuasa.
Ibu menyusui disarankan untuk tidur minimal 7 jam setiap malam.
Tidur yang cukup akan membantu tubuh tetap segar dan dapat mengurangi perasaan lelah yang sering dialami ibu menyusui.
Selain tidur malam, tidur siang juga bisa sangat membantu untuk menyegarkan tubuh. Ibu bisa mencoba tidur siang sekitar 30-60 menit agar tubuh tidak mudah lelah.
Dengan menjaga kualitas tidur yang cukup, kualitas ASI juga akan terjaga dengan baik, karena tubuh ibu akan memiliki cukup waktu untuk memproduksi ASI secara optimal.
Oleh karena itu, ibu perlu menjaga rutinitas tidur yang baik agar tidak kelelahan selama bulan puasa.
4. Melakukan Olahraga Ringan
Aktivitas fisik tetap penting, meskipun ibu menyusui sedang berpuasa.
Melakukan olahraga ringan bisa membantu meningkatkan peredaran darah, menjaga kebugaran tubuh, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Ibu menyusui yang berpuasa disarankan untuk tetap melakukan olahraga ringan agar tubuh tetap fit dan tidak cepat merasa lelah.
Olahraga ringan, seperti berjalan kaki, stretching, atau yoga ringan, bisa dilakukan pada pagi atau sore hari, ketika suhu udara lebih sejuk, sehingga tubuh tidak cepat merasa lelah.
Melakukan olahraga juga dapat membantu tubuh ibu menjaga kesehatan mental, mengurangi stres, dan meningkatkan mood.
Namun, pastikan untuk memilih aktivitas fisik yang tidak terlalu berat agar tidak menguras energi secara berlebihan, apalagi saat berpuasa.
Olahraga ringan akan membantu ibu merasa lebih bugar dan siap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menyusui.
Jangan lupa juga untuk minum air yang cukup setelah berolahraga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Dengan menjaga keseimbangan antara asupan cairan, nutrisi, istirahat, dan olahraga, ibu menyusui yang berpuasa dapat menjalani ibadah puasa dengan sehat dan tetap memastikan bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup dan berkualitas.
*Sebagai catatan, harga yang tertera dalam artikel ini dikutip per tanggal Februari 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(PRAMANUHARAOEE/TRIBUNSHOPPING.COM)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!