TRIBUNSHOPPING.COM - Kecanduan Handphone bisa dialami apa saja, termasuk anak-anak.
Permasalahan tersebut menjadi tantangan bagi orang tua dalam mengasuh anak.
Di era teknologi ini, anak-anak sudah tidak lepas dari Handphone yang membuat menjadi ketergantungan.
Kecanduan Handphone ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari pada anak, salah satunya jarang belajar dan bersosialisasi.
Tentunya sebagai orang tua, jangan dibiarkan terus.
Tapi tenang saja, Tim TribunShopping akan membagikan cara mengatasi anak yang kecanduan Handphone, tentunya aman.
1. Batasi waktu pemakaian
Untuk mengurangi ketergantungan anak pada Handphone, orang tua perlu membatasi durasi penggunaannya sesuai umur anak.
American Academy of Pediatrics (2013) dan Canadian Pediatric Society (2010) sudah memberikan pedoman waktu screen time sebagai berikut :
- Anak di bawah usia 2 tahun : tidak boleh dibiarkan bermain Handphone sendiri, termasuk TV, smartphone, dan tablet.
- Anak-anak usia 2-4 tahun : kurang dari satu jam sehari.
- Usia 5 tahun ke atas : sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari untuk penggunaan rekreasi (tidak termasuk kebutuhan belajar).
Nah, orang tua perlu menerapkan batasan durasi penggunaan Handphone di atas pada anak dengan tegas.
Tidak peduli bagaimana anak menangis, memohon atau merayu orang tua.
Pastikan menjelaskan kepada mereka dengan baik mengapa orang tua menerapkan pembatasan ini.
Baca juga: 5 Tips Mengurangi Mata Lelah karena Kelamaan Menatap Layar HP
2. Jadilah contoh yang baik terhadap anak
Anak-anak adalah “peniru ulung”, oleh karena itu orang tua diharapkan bisa menjadi contoh yang baik untuk mereka.
Jika anak sering melihat orang tua atau orang sekitarnya bermain Handphone hingga larut malam atau makan sambil main game.
Bukan tidak mungkin anak akan meniru tindakan ini.
Oleh karena itu, cara pertama untuk mengatasi kecanduan Handphone adalah dengan menjadi contoh yang baik untuk anak.
Sebisa mungkin, jangan bermain Handphone di depan anak dan gunakan Handphone sewajarnya.
3. Menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak
Tips parenting ini mungkin terdengar sederhana, tapi berdampak positif untuk tumbuh kembangnya sekaligus mencegah anak kecanduan main Handphone.
Bawa anak ke taman bermain atau melakukan kegiatan bersama tanpa Handphone di tangan.
Mungkin kegiatan ini membutuhkan lebih banyak usaha.
Tetapi semua itu akan terbayarkan dengan bonding yang orang tua bangun.
Waktu berkualitas hingga kebersamaan dengan si kecil.
4. Berikan mainan yang sesuai dengan umur anak
Cara mengatasi anak kecanduan Handphone lainnya adalah memberikan mainan sesuai usianya.
Untuk anak usia 1–3 tahun, mainan yang cocok diberikan adalah mainan blok, puzzle, krayon dan buku gambar, atau permainan profesi.
Anak yang lebih besar juga bisa diberikan mainan tersebut dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan.
5. Beri tahu dampak kecanduan Handphone
Orang tua bisa membahas mengenai risiko terjadinya obesitas atau sakit mata jika anak lebih sering duduk bermain Handphone dan jarang bermain ke luar rumah.
Selain itu, jelaskan pada anak dengan bahasa yang mudah bahwa Handphone dan internet bisa menjadi tempat yang berbahaya untuknya.
Apalagi jika anak juga bermain di media sosial.
Tidak masalah membahas mengenai orang jahat yang beraksi melalui media sosial.
Asalkan orang tua juga mendiskusikan bersama-sama bagaimana cara menghindari masalah tersebut.
Misalnya dengan menyepakati bahwa penggunaan Handphone harus selalu diawasi.
Pastikan anak tetap merasa aman dan tidak jadi khawatir berlebihan.
6. Buat ruang untuk bebas dari Handphone
Membuat aturan ini di rumah dapat membantu mengurangi keinginan anak bermain Handphone.
Misalnya ketika sudah masuk ke kamar, maka beri batasan agar tidak bermain Handphone selama berada di area tersebut.
Hal ini pun jangan diberlakukan hanya untuk anak, tetapi juga seluruh anggota keluarga.
Baca juga: Penyebab Anak Kecil Sering Kutuan dan Cara Ampuh Mengatasinya, Bisa Pakai Bahan Alami
Cara-cara di atas memang perlu orang tua lakukan untuk membatasi penggunaan Handphone anak.
Namun, usahakan untuk tidak memarahi atau meneriaki saat anak sedang mengeyel.
Alih-alih memahami maksud orang tua, justru bisa mengalami trauma yang dapat mengganggu kesehatan mentalnya.
(Rizky Indra Pratama/TribunShopping)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!