TRIBUNSHOPPING.COM - Saat menstruasi atau datang bulan, barang pertama yang pasti kamu butuhkan adalah pembalut.
Ya, memang sampai saat ini pembalut menjadi barang utama yang diandalkan oleh wanita Indonesia saat menstruasi.
Karena itu, saat ini ada banyak sekali brand pembalut yang disesuaikan dengan kebutuhan wanita.
Namun, kamu perlu mengetahui bahwa beberapa bahan yang terkandung dalam pembalut bisa bisa saja berbahaya.
Untuk itu, kamu wajib mengetahui bahan apa saja yang digunakan untuk membuat pembalutmu.
Dikutip dari berbagai sumber, kali ini Tribunshopping telah merangkum beberapa bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam pembalut dan harus kamu hindari.
Baca juga: Saatnya Beralih dari Pembalut ke Menstrual Cup, Ini 7 Rekomendasi Produk Terbaiknya
1. Mengandung pewangi tambahan
Beberapa pembalut mengandung zat pewangi dan diyakini dapat menyamarkan bau darah saat menstruasi.
Padahal, penambahan zat pewangi pada produk pembalutsebenarnya tidak diperlukan.
Selain efektivitasnya tidak terbukti, penambahan zat pewangi pada pembalut justru dapat menyebabkan iritasi kulit pada area kewanitaan
2. Mengandung dioxin
Dioxin adalah nama sekelompok senyawa kimia beracun yang terbentuk sebagai hasil pembakaran sampah dan bahan bakar.
Efek dioksin bersifat akumulatif artinya dampaknya baru akan terlihat dalam jangka panjang.
3.Mengandung pestisida
Mungkin bahan ini tidak tercantum pada kemasan produk.
Namun, beberapa pembalut ternyata mengandung pestisida.
Baca juga: Tak Hanya Siapkan Pembalut, Lakukan 5 Olahraga Ini Saat Menjelang Datang Bulan
Pembalut yang mengandung pestisida dianggap membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan reaksi alergi berupa gatal, kemerahan, nyeri, dan bengkak.
4. Mengandungstyrene
Styrene pada pembalut merupakan material sama yang ada pada ban mobil.
Dikutip dari healthline.com, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan styrene sebagai salah satu zat yang bersifat karsinogen. Karsinogen artinya dapat memicu timbulnya kanker.
5. Mengandung gas klorin
Gas klorin biasa digunakan dalam proses pemutihan.
Penggunaan klorin dalam proses pembuatan pembalut wanita dianggap tidak aman, karena gas klorin dapat menghasilkan dioksin yang bersifat karsinogenik, yaitu berpotensi menyebabkan kanker.
6. Mengandung chloromethane
Siapa sangka ternyata chloromethane yang digunakan pada proses pengolahan minyak bumi juga terdapat pada pembalut wanita.
The Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan bahaya dari chloromethane terhadap manusia dapat memberikan dampak buruk pada jaringan saraf.
7. Mengandung furan
Hampir sama dengan dioksin, furan yang juga berfungsi sebagai pemutih adalah furan.
Sebuah penelitian dilakukan di Korea, dan ditemukan, nyaris seluruh pembalut dan tampon di dunia mengandung zat ini.
Hasilnya memang bervariasi, ada banyak produk dioxin dan furan yang dipakai, seperti octachlorinated dioxin ( OCDD ), hexachlorodibenzofuran ( HxCDF ) dan octa - chlorodibenzofuran ( OCDF ) yang terdeteksi.
8. Mengandung BPA dan BPS
Kedua bahan kimia ini biasanya terkandung pada plastik, dan dapat menyebabkan kerusakan organ intim, mengganggu perkembangan embrio, serta meningkatkan pertumbuhan bakteri di daerah miss V.(*)
(RIRIN/TRIBUNSHOPPING.COM)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!