TRIBUNSHOPPING.COM - Kulitmu sering muncul jerawat?
Ada beberapa orang yang memiliki tipe kulit sensitif sehingga mudah jerawatan.
Ditambah lagi sekarang sudah banyak produk perawatan kulit untuk mengurangi jerawat yang bisa kamu beli dengan mudah.
Beli sheet mask kualitas terbaik untuk mengatasi jerawat hormon, cukup dengan klik di sini.
Namun, sebelum memilih skincare jerawat, pastikan kamu harus ketahui dulu, apakah masalah jerawatmu karena bakteri tertentu, atau karena pengaruh hormon.
Ternyata penyebab jerawat pada setiap orang bisa berbeda, sehingga penanganannya pun kemungkinan berbeda pula.
Agar kamu tidak salah penanganan, sebaiknya kenali dulu perbedaan jerawat hormon dan jerawat bakteri.
JERAWAT HORMON
Jerawat ini dipengaruhi oleh hormon, terutama androgen seperti testosteron.
Hormon-hormon ini sebagian besar aktif selama masa pubertas.
Ada beberapa kondisi dapat memicu timbulnya jerawat hormon dengan merangsang kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak minyak, yang berperan penting dalam pembentukan jerawat.
Untuk letak jerawatnya, biasanya jerawat hormon lebih menyukai dagu, garis rahang, dan wajah bagian bawah.
Jerawat hormon sering kali mengikuti pola siklus, meningkat sebelum menstruasi dan mereda setelahnya.
Jerawat ini dapat bertahan hingga dewasa, terutama di kalangan wanita.
Baca juga: 5 Rekomendasi Acne Spot Gel yang Manjur untuk Jerawat Meradang
PENYEBAB JERAWAT HORMON
Masa remaja mengalami lonjakan hormon, dan meningkatnya kadar androgen menyebabkan meningkatnya produksi minyak, yang menjadi dasar timbulnya jerawat.
Siklus menstruasi: Fluktuasi hormon dapat memicu jerawat pada wanita.
Biasanya, jerawat muncul di sekitar dagu, garis rahang, dan wajah bagian bawah sebelum menstruasi.
PCOS: Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) menyebabkan peningkatan kadar androgen, yang mengakibatkan jerawat persisten, disertai menstruasi tidak teratur, dan bulu wajah yang tidak diinginkan.
Kehamilan: Kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang signifikan, yang dapat memperburuk atau meringankan jerawat, tergantung pada respons masing-masing individu.
MENGATASI JERAWAT HORMON
Konsultasi Ahli: Jika kamu menduga adanya jerawat hormonal, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk memastikan diagnosis akurat dan perawatan khusus.
Penggunaan Kontrasepsi: Pil KB khusus, yang ditujukan untuk wanita, membantu mengatur hormon dan mengurangi jerawat di bawah pengawasan medis.
Obat Anti-Androgen: Pada kasus jerawat hormonal yang parah, obat anti-androgen seperti spironolactone melawan dampak androgen.
Perawatan kulit: Rutinitas perawatan kulit yang konsisten, sesuai dengan jenis kulitmu, ditambah dengan produk yang lembut, berperan penting dalam mengatasi jerawat hormonal.
Baca juga: 5 Rekomendasi Acne Spot Gel atau Obat Jerawat di Bawah 100 Ribuan
JERAWAT BAKTERI
Jerawat bakteri muncul akibat salah satu jenis bakteri, yaitu Propionibacterium acnes (P. acnes), yang memang dikenal sebagai penyebab jerawat.
Menariknya, bakteri ini merupakan penghuni normal kulit kita, sebagian besar tidak berbahaya.
Namun saat kondisinya mendukung, seperti minyak berlebih dan penyumbatan pori-pori, P. acnes memanfaatkannya, berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan terbentuknya jerawat yang sudah dikenal.
Jerawat bakteri biasanya muncul di area dahi, hidung, dan pipi.
Jerawat bakteri umumnya mengganggu remaja.
Produk yang dijual bebas dengan kandungan bahan seperti benzoil peroksida dan asam salisilat cocok untuk jerawat bakteri.
PENYEBAB JERAWAT BAKTERI
Produksi Sebum Berlebihan: Kelenjar sebasea secara alami memproduksi sebum, yang menghidrasi kulit kita.
Namun, sebum yang berlebihan, yang sering dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetika, hormon, dan pola makan, dapat menyumbat pori-pori, sehingga menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Sel Kulit Mati: Sel kulit mati akan terus mengelupas, jika menumpuk dan bercampur dengan sebum, sel kulit mati dapat menyumbat pori-pori dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri.
Peradangan: Respons imun terhadap keberadaan bakteri memicu peradangan, yang menyebabkan kemerahan dan pembengkakan di sekitar bintik jerawat.
Kebersihan: Meskipun kebersihan bukanlah satu-satunya penyebab, mengabaikan kebersihan wajah secara teratur dapat menyebabkan jerawat bakteri.
MENGATASI JERAWAT BAKTERI
Rutin Membersihkan Wajah: pembersihan teratur, meski bukan tidak serta merta mengatasinya agar tidak kembali lagi, tapi bisa membantu menjaga kebersihan kulit dengan menghilangkan minyak berlebih dan kotoran.
Perawatan Topikal: Produk yang dijual bebas dengan benzoil peroksida, asam salisilat, atau sulfur dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan membuka pori-pori.
Baca juga: 5 Rekomendasi Moisturizer untuk Menenangkan Jerawat Beruntusan
Nah, itulah cara mengatasi jerawat hormon dan perbedaannya dengan jerawat bakteri.
*Harga dalam artikel dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca ulasan produk selengkapnya di aplikasi TribunX. Unduh melalui Play Store dan App Store.
(AZIZAH/TRIBUNSHOPPING.COM)




Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!