TRIBUNSHOPPING.COM - Microwave menjadi salah satu peralatan elektronik dapur yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Fungsinya yang praktis untuk memanaskan, mencairkan, dan bahkan memasak makanan membuat microwave hampir selalu digunakan di rumah, kantor, maupun tempat usaha makanan.
Tetapi, meskipun terlihat sederhana dan kuat, microwave sebenarnya cukup sensitif terhadap kesalahan penggunaan.
Banyak kerusakan microwave terjadi bukan karena usia pakai, melainkan karena kebiasaan penggunanya yang keliru.
10 Kesalahan Penyebab Microwave Cepat Rusak
Berikut ini adalah sejumlah kesalahan umum yang patut kamu hindari karena dapat menyebabkan microwave di rumahmu cepat rusak.
1. Menyalakan Microwave Tanpa Isi
Salah satu kesalahan paling fatal yakni menyalakan microwave dalam keadaan kosong.
Microwave bekerja dengan memancarkan gelombang mikro yang diserap oleh makanan atau cairan.
Apabila tidak ada objek yang menyerap gelombang tersebut, energi akan dipantulkan kembali ke magnetron atau komponen utama penghasil gelombang.
Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Elektronik Terlengkap dan Termurah di Karawang
Pantulan energi ini bisa menyebabkan magnetron menjadi panas berlebihan dan akhirnya rusak.
Biaya reparasi pada magnetron yang rusak biasanya mahal dan sering kali membuat microwave tidak layak diperbaiki.
2. Menggunakan Wadah Logam
Banyak orang masih keliru menggunakan wadah berbahan logam, aluminium foil, atau piring dengan hiasan emas dan perak ke dalam microwave.
Logam bisa memantulkan gelombang mikro dan memicu percikan api (sparks).
Percikan ini tidak hanya berbahaya, namun juga bisa merusak dinding bagian dalam microwave dan komponen elektroniknya.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan korsleting atau kerusakan permanen.
Baca juga: Review Lengkap Mito Microwave MIC 200 Suvenir Nikahan Amanda Manopo: Harga, Kelebihan dan Kekurangan
3. Terlalu Lama Memanaskan Makanan
Memanaskan makanan terlalu lama, terutama makanan kering atau dengan kadar air rendah, bisa menyebabkan overheating.
Panas berlebih ini tak hanya merusak makanan, namun juga membebani sistem kerja microwave.
Jika dilakukan berulang kali, komponen internal seperti kipas pendingin dan sensor suhu dapat mengalami penurunan fungsi.
Selain itu, makanan yang terlalu panas juga dapat terbakar dan meninggalkan residu yang sulit dibersihkan.
4. Tidak Membersihkan Bagian Dalam Microwave
Microwave yang jarang dibersihkan akan menumpuk sisa makanan, minyak, dan uap air di bagian dalam.
Kotoran ini bisa menyerap gelombang mikro secara tidak merata dan menyebabkan percikan kecil di dalamnya.
Selain itu, sisa makanan yang mengeras dapat mengganggu putaran piring kaca dan kinerja kipas.
Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan microwave dan menimbulkan bau tidak sedap.
Baca juga: Mudah Diikuti, Simak 9 Tips Pemakaian AC yang Benar agar Tidak Cepat Rusak
5. Digunakan untuk Fungsi yang Tidak Sesuai
Microwave tidak dirancang untuk semua jenis aktivitas memasak. Misalnya, mencoba menggoreng makanan, memanggang roti kering tanpa air, atau memanaskan benda non-makanan seperti handuk basah secara berlebihan bisa membahayakan alat.
Beberapa pengguna juga mencoba mensterilkan benda tertentu tanpa memahami batas kemampuan microwave.
Penggunaan di luar fungsi desain ini bisa merusak sistem pemanas dan sensor keamanan.
6. Ventilasi Tertutup atau Tidak Memadai
Microwave membutuhkan sirkulasi udara yang baik untuk membuang panas dari dalam.
Menempatkan microwave terlalu dekat dengan dinding, lemari, atau menutup lubang ventilasi akan menyebabkan panas terperangkap di dalam unit.
Akibatnya, suhu internal meningkat dan bisa merusak komponen elektronik.
Dalam jangka panjang, masalah ventilasi ini bisa memperpendek umur pakai microwave secara signifikan.
Baca juga: 10 Tips Cegah Korsleting Listrik untuk Hindari Risiko Kebakaran Rumah
7. Membuka Pintu Secara Paksa atau Kasar
Pintu microwave dilengkapi dengan sistem pengaman yang cukup sensitif.
Menarik pintu dengan kasar, membanting, atau membuka sebelum waktu selesai secara paksa dapat merusak pengunci pintu (door switch).
Apabila pengunci ini rusak, microwave bisa gagal menyala atau justru menyala dalam kondisi tidak aman.
Kerusakan pada pintu juga berisiko menyebabkan kebocoran gelombang mikro.
8. Mengabaikan Tanda-Tanda Kerusakan Awal
Banyak pengguna tetap menggunakan microwave meskipun sudah muncul tanda-tanda tidak normal, seperti suara bising, percikan cahaya, bau terbakar, atau waktu pemanasan yang semakin lama.
Mengabaikan gejala ini bisa memperparah kerusakan.
Seharusnya, microwave segera dihentikan penggunaannya dan diperiksa sebelum kerusakan menyebar ke komponen lain.
Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Elektronik Terlengkap dan Termurah di Kota Tegal
9. Tegangan Listrik Tidak Stabil
Microwave sangat sensitif terhadap lonjakan listrik.
Menggunakan microwave tanpa stabilizer di area dengan tegangan listrik tidak stabil bisa merusak papan sirkuit dan komponen elektronik lainnya.
Lonjakan listrik mendadak dapat menyebabkan microwave mati total atau mengalami kerusakan bertahap yang sulit terdeteksi.
10. Tidak Membaca Buku Panduan
Kesalahan yang sering diremehkan adalah tidak membaca buku petunjuk penggunaan.
Setiap merek dan model microwave memiliki spesifikasi, batasan, dan fitur yang berbeda.
Tanpa memahami panduan resmi, pengguna cenderung melakukan kesalahan penggunaan yang sebenarnya bisa dihindari.
Kerusakan microwave umumnya bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat akumulasi kesalahan penggunaan yang dilakukan berulang kali.
Menyalakan microwave tanpa isi, menggunakan wadah logam, kurang menjaga kebersihan, serta mengabaikan tanda-tanda kerusakan merupakan contoh kesalahan umum yang sering dilakukan.
Dengan menggunakan microwave sesuai petunjuk, menjaga kebersihan, dan memperhatikan kondisi listrik serta ventilasi, usia pakai microwave bisa diperpanjang secara signifikan.
Kesadaran dan kebiasaan penggunaan yang benar adalah kunci utama agar microwave tetap awet dan aman digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TribunShopping.com/Nina Yuniar)