TRIBUNSHOPPING.COM - Bagi kamu yang mempunyai air cooler di rumah atau berencana membeli, patut mengenali tips merawatnya agar bisa awet.
Air cooler adalah pendingin udara yang bekerja dengan menguapkan air.
Cara keranya yakni udara panas dari luar ditarik masuk, dilewatkan ke filter/kertas yang basah, kemudian udara yang dihembuskan jadi lebih sejuk dan lembap.
Yang membuat lebih sejuk daripada kipas angin biasa yakni karena menggunakan air atau es batu, bukan freon.
Pendingin udara jenis ini umumnya lebih murah dan hemat listrik dibanding air conditioner (AC).
Baca juga: Jarang Disadari, Ini 10 Kesalahan yang Bisa Bikin Vacuum Cleaner Cepat Rusak
Air cooler cocok untuk ruangan terbuka atau sirkulasi bagus, namun kurang efektif di ruangan lembap atau tertutup rapat
Singkatnya, air cooler lebih dingin dari kipas, tapi tidak sedingin AC.
Air cooler sering dipilih sebagai solusi pendingin ruangan karena praktis dan hemat energi.
Sayangnya, masih banyak orang kurang memahami cara pemakaiannya yang benar sehingga air cooler menjadi cepat rusak.
10 Kesalahan Penyebab Air Cooler Rusak
Berikut ini adalah sejumlah kebiasaan keliru yang patut kamu hindari karena bisa menyebabkan kerusakan pada air cooler:
1. Jarang Mengganti dan Membersihkan Air
Kesalahan paling umum adalah membiarkan air di tangki terlalu lama.
Air yang tidak diganti akan menjadi kotor, berlumut, dan berbau.
Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan, namun juga merusak komponen internal.
Air kotor bisa menyumbat pompa air, mempercepat korosi pada bagian logam, serta membuat cooling pad cepat hancur.
Selain itu, kipas akan meniup udara yang tidak sehat. Idealnya, air diganti setiap hari atau maksimal dua hari sekali, terutama jika air cooler sering digunakan.
Baca juga: Cara Efektif Merawat Air Cooler agar Awet Sejuk dan Tidak Mudah Rusak
2. Tidak Pernah Membersihkan Cooling Pad
Cooling pad berfungsi menyerap air dan menjadi tempat terjadinya proses penguapan.
Banyak orang tidak pernah membersihkannya sampai pad berubah warna, berbau, atau rapuh.
Debu dan kotoran yang menumpuk membuat aliran udara terhambat sehingga motor kipas bekerja lebih keras.
Akibatnya, motor cepat panas dan umur pakainya berkurang.
Cooling pad seharusnya dibersihkan secara berkala dan diganti jika sudah rusak atau tidak menyerap air dengan baik.
3. Menggunakan Air Kotor atau Air Kapur
Mengisi air cooler dengan air sumur yang keruh atau mengandung kapur tinggi adalah kesalahan serius.
Kandungan mineral berlebih dapat menempel pada pompa, selang, dan cooling pad, membentuk kerak yang sulit dibersihkan.
Kerak ini membuat pompa air bekerja lebih berat dan akhirnya macet.
Dalam jangka panjang, komponen internal akan rusak permanen.
Jika memungkinkan, gunakan air bersih dan hindari air yang mengandung banyak pasir atau kapur.
Baca juga: Wajib Tahu, Ini 10 Kesalahan Sepele yang Bikin Food Chopper Cepat Rusak
4. Mengoperasikan Air Cooler Tanpa Air
Beberapa pengguna menyalakan mode pendingin tanpa memastikan ada air di dalam tangki.
Akibatnya, pompa air bekerja dalam kondisi kering, yang sangat berbahaya.
Pompa yang beroperasi tanpa air akan cepat panas dan bisa terbakar.
Sekali rusak, pompa biasanya harus diganti dan biayanya tidak murah.
Oleh sebab itu, selalu pastikan air mencukupi sebelum menyalakan fungsi pendingin.
5. Menempatkan Air Cooler di Ruangan Tertutup Rapat
Air cooler bekerja optimal dengan sirkulasi udara yang baik.
Kesalahan umum yakni meletakkannya di ruangan tertutup tanpa ventilasi, seperti kamar yang semua pintu dan jendelanya tertutup.
Dalam kondisi ini, udara lembap akan terjebak di dalam ruangan, membuat pendinginan tidak efektif dan mesin bekerja lebih keras.
Kelembapan berlebih juga dapat menyebabkan komponen listrik lebih cepat rusak dan memicu jamur di dalam unit.
Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Elektronik Terlengkap dan Termurah di Kota Ambon
6. Tidak Pernah Membersihkan Filter Udara
Filter udara berfungsi menyaring debu sebelum udara masuk ke dalam mesin.
Jika filter kotor dan tersumbat, aliran udara menjadi berat dan motor kipas harus bekerja ekstra.
Motor yang terus-menerus bekerja di luar batas normal akan cepat panas dan berisiko rusak.
Membersihkan filter secara rutin merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting untuk memperpanjang umur air cooler.
7. Memakai Es Batu Berlebihan
Banyak orang berpikir semakin banyak es batu, semakin dingin udara yang dihasilkan. Padahal, penggunaan es berlebihan dapat menimbulkan masalah.
Es yang terlalu banyak dapat menyebabkan perubahan suhu ekstrem pada pompa dan tangki air.
Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan retak pada tangki plastik dan menurunkan daya tahan pompa.
Gunakan es secukupnya sesuai anjuran pabrik.
Baca juga: Wajib Dihindari, Ini 9 Kesalahan Sepele yang Bikin Mesin Cuci Cepat Rusak
8. Membiarkan Air Cooler Lembap saat Tidak Dipakai
Setelah digunakan, sebagian orang langsung mematikan dan meninggalkan air cooler dalam kondisi basah. Ini memicu jamur, lumut, dan bau tidak sedap.
Kelembapan yang dibiarkan terlalu lama akan merusak cooling pad dan mempercepat korosi pada bagian dalam.
Sebaiknya, kosongkan tangki dan biarkan air cooler dalam kondisi kering jika tidak digunakan dalam waktu lama.
9. Tidak Pernah Melakukan Perawatan Berkala
Air cooler sering dianggap alat sederhana yang tidak butuh perawatan.
Padahal, tanpa perawatan berkala, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi kerusakan besar.
Pemeriksaan rutin seperti mengecek pompa, selang air, kabel, dan baut dapat mencegah kerusakan mendadak.
Perawatan ringan secara rutin jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan besar.
Baca juga: Patut Dihindari Mulai Sekarang, Ini 8 Kesalahan Sepele yang Bikin AC Bocor
10. Mengabaikan Petunjuk Penggunaan
Kesalahan terakhir tapi sangat penting yaitu tidak membaca buku petunjuk.
Setiap air cooler memiliki spesifikasi dan batas penggunaan masing-masing.
Menggunakan air cooler di luar kapasitasnya, menyalakan terlalu lama tanpa jeda, atau memodifikasi sendiri komponen bisa memperpendek umur alat.
Mengikuti petunjuk pabrik menjadi cara paling aman untuk menjaga air cooler tetap awet.
Air cooler sebenarnya adalah alat elektronik yang cukup awet jika digunakan dengan benar.
Sebagian besar kerusakan terjadi bukan karena kualitas produk, melainkan karena kesalahan pengguna.
Dengan menjaga kebersihan, memastikan penggunaan air yang tepat, memberikan sirkulasi udara yang baik, dan melakukan perawatan rutin, air cooler bisa bertahan lebih lama serta bekerja secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TribunShopping.com/Nina Yuniar)