TRIBUNSHOPPING.COM- Bagimana kondisi udara di ruanganmu hari ini? Apakah terasa sejuk atau malah penuh dengan polusi?
Tentunya kondisi ruangan ini berpengaruh besar pada kenyamananmu saat berada di dalam rumah.
Dilansir dari berbagai sumber, kondisi udara ruangan yang kotor bisa memicu berbagai masalah kesehatan loh.
Untuk efek dalam waktu singkat, paparan langsung polusi udara ke tubuh bisa memicu pusing, sakit tenggorokan, bersin, sesak napas, iritasi mata dan lain sebagainya.
Nah, untuk efek jangka panjangnya bisa merusak saluran pernapasan dan paru-paru, mengurangi kapasitas oksigen dalam darah, serta melemahkan kekebalan tubuh.
Yap, efek polusi udara di dalam dan luar ruangan hampir sama.
Baca juga: Review SAMONO Smart Air Purifier SW-APW80, Berbekal HEPA 13 Filter dengan Sterilisasi 99 Persen
Supaya polusi udara di dalam ruangan tidak berkelanjutan, kamu perlu mengenali berbagai penyebabnya juga untuk mencegah kondisi udara semakin memburuk.
Nah, kali ini TribunShopping akan menguraikan 5 penyebab udara ruangan berpolusi dilansir dari berbagai sumber berikut ini:
1. Kondisi Rumah yang Terlalu Tertutup
Sebagian orang memilih untuk membuat kondisi rumah mereka tertutup karena banyak alasan.
Entah itu soal kenyamanan hingga menghemat panas atau udara dingin di dalam rumah.
Namun, hal ini justru bisa menjadi penyebab rumah terasa sangat pengap.
Rumah yang terlalu tertutup tentu saja membuat kondisi sirkulasi udara menjadi tidak lancar.
Hal inilah yang memicu munculnya kontaminan seperti VOC terus menyebar dan tersirkulasi di dalam ruangan.
Hal inilah yang bisa memicu alergi kondisi tidak nyaman di dalam ruangan.
Debu dan berbagai partikel berbahaya di dalam ruangan juga akan terus menyebar di dalam karena sulit tersirkulasi ke luar.
2. Kondisi Ruangan yang Terlalu Lembap
Penyebab lain mengapa udara ruangan jadi memburuk yakni kelembapan berlebih di dalamnya.
Cara tersimpel untuk mengatasi kondisi terlalu lembap ini yakni dengan penggunaan dehumidifier.
Yap, sebuah alat khusus yang bisa mengurangi kelembapan berlebih atau menciptakan kelembapan lebih tepat.
Jika ruangan dibiarkan dalam kondisi udara yang terlalu lembap bisa memicu munculnya lumut, jamur, hingga tungau berkembang biak di dalam rumah.
Selain mengganggu kenyamanan, hal ini bisa memicu masalah pernapasan dan kulit.
Dilansir dari berbagai sumber, formaldehida akan terlepas dari papan kayu lantai karena kelembapan berlebih ini.
Hal ini bisa memicu iritasi pada hidung dan mata juga loh.
Baca juga: Review LEKA Super Air Purifier AP8000, 6 Tahap Penyaringan untuk Hempas Partikel Berbahaya
3. Penggunan Cat
Penyebab kualitas udara memburuk selanjutnya yakni cat dinding yang kamu gunakan.
Cat dinding dengan aroma kuat ini juga tak jarang bisa membuat kita merasa pusing ketika menghirupnya.
Dilansir dari berbagai sumber, kamu disarankan untuk menggunakan cat yang rendah VOC.
Disarankan juga untuk membuat sirkulasi udara selancar mungkin saat atau setelah cat diaplikasikan.
Usahakan juga untuk tidak menyimpan kaleng cat terlalu lama ya.
4. Produk Pembersih Rumah
Tentu sebagian dari kita sering kali menggunakan produk pembersih kimia untuk membersihkan berbagai bagian rumah secara lebih mudah.
Namun, penting untuk memilih produk pembersih rumah yang tepat.
Pasalnya, banyak produk pembersih rumah mengandung bahan kimia yang bisa melepaskan asap beracun ke udara dalam bentuk VOC loh.
Nah, paparan bahan kimia ini bisa menjadi salah satu pemicu kondisi udara yang kotor.
Bahkan bisa memicu mual hingga sakit kepala.
Untuk pembersihan yang lebih aman, kamu bisa menggunakan bahan alami.
Baca juga: 5 Tips Ini Harus Diperhatikan Saat Memilih Air Purifier, Salah Satunya Filter yang Digunakan
5. Debu yang Menumpuk
Kondisi ruangan yang terlalu berdebu pasti bikin kamu tak nyaman berada di dalam ruang.
Bahkan debu bisa menjadi salah satu sumber polusi terbesar di dalam ruangan.
Tentu hal ini harus sangat dihindari bagi mereka yang memiliki alergi dan asma karena bisa memicu reaksi penyakit tersebut.
Nah, untuk mengatasi keberadaan debu yang mengganggu kenyamanan ini kamu perlu menjadwalkan pembersihan rumah sesering mungkin.
Lakukan secara menyeluruh, kamu juga bisa mengganti furnitur berlapis kain menggunakan bahan vinil, kayu atau kulit.
(RIFA/TRIBUNSHOPPING.COM)




Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!