TRIBUNSHOPPING.COM - Mewarnai rambut memang sedang kembali menjadi trend untuk meningkatkan gaya penampilan seseorang.
Tidak hanya pada orang dewasa saja, saat ini bahkan banyak anak kecil yang juga turut mengikuti trend ini.
Bahkan, tidak jarang orang tua mereka sendiri yang mendukung si kecil untuk mewarnai rambut mereka dengan cat rambut.
Rawat Keindahan Rambut Si kecil dengan Produk Sampo Terbaik yang Bisa Kamu Dapatkan di Sini.
Padahal, ternyata penggunaan cat rambut pada anak kecil sangat tidak dianjurkan, karena kulitnya yang masih sangat sensitif.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini 5 bahaya mewarnai rambut anak menggunakan produk hair coloring atau cat rambut:
1. Memicu Reaksi Alergi
dengan rasa gatal maupun sensasi terbakar di kulit. (kompas.com)
Bahaya mewarnai rambut pada anak-anak yang pertama adalah memici munculnya reaksi alergi.
Reaksi alergi cat rambut pada anak bisa menyebabkan ruam merah yang gatal di area kulit yang terkena cat rambut.
Kamu juga tentu sudah tahu bahwa alergi cat rambut umum terjadi pada orang dewasa.
Nah, apalagi pada anak-anak yang memiliki kulit yang lebih sensitif, tentu kemungkinan terjadinya alergi lebih besar.
Baca juga: Review MOISTEN Sunscreen Kids, Tabir Surya Aman untuk Bayi dan Anak
Kandungan zat kimia yang terdapat di dalam produk cat rambut seperti PPD atau para-phenylenediamine, yaitu dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi dengan rasa gatal maupun sensasi terbakar di kulit.
Padahal kulit anak masih halus dan cenderung sensitif terhadap bahan kimia.
Perlu diingat bahwa cat rambut yang mengandung bahan kimia tidak ditujukan untuk siapa pun di bawah usia 16 tahun.
2. Merusak Keindahan Alami Rambut
Bahaya mewarnai rambut pada anak-anak yang berikutnya adalah mampu merusak kesehatan rambut.
Kamu tentu juga menyadari bahwa anak-anak cenderung memiliki rambut yang lebih halus daripada orang dewasa.
Selain itu, rambut anak-anak juga belum cukup matang dan kuat, bahkan pada anak berusia remaja sekalipun.
Jadi, rambut mereka bisa rusak dengan mudah bila terpapar bahan-bahan kimia yang keras, seperti yang terkandung pada cat rambut.
Baca juga: Rambut Tumbuh Lebat dengan Hair Lotion Zwitsal Baby
Bahan-bahan kimia yang keras seperti amonia, pemutih, hidrogen peroksida dan lainnya, sering ditemukan pada produk cat rambut dan berisiko merusak rambut anak, menghilangkan pigmen warna asli pada rambut anak, serta menyebabkan kerontokan.
Sebaiknya orangtua menunda sampai anak berusia remaja sebelum menggunakan pewarna rambut.
3. Memicu Iritasi Mata
Bahaya dari cat rambut yang diaplikasikan pada rambut anak kecil yang berikutnya adalah mampu memicu iritasi mata.
Kamu tentu tidak ingin jika kesehatan mata si kecil terganggu hanya karena kamu lalai dan mengizinkannya menggunakan cat rambut, bukan?
Cat rambut memang bisa membuat tampilan rambut anak lebih menarik.
Akan tetapi, penggunaan cat rambut juga berpotensi menyebabkan berbagai kerugian pada kesehatan anak, seperti memicu iritasi matanya.
Mata bisa terasa gatal dan bagian kelopak mata membengkak akibat reaksi zat kimia yang menguap di udara.
Gejala yang mungkin timbul adalah seperti mata memerah, mata terasa panas dan mengeluarkan air mata secara terus menerus.
Baca juga: 5 Rekomendasi Suplemen dan Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak
4. Memicu Penyakit Kanker
Bahaya lain yang mungkin terjadi jika anak kecil sudah menggunakan cat rambut adalah kanker.
Risiko ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada anak-anak tapi bisa juga pada orang dewasa.
Hal ini bisa terjadi karena pemilihan cat rambut yang memiliki kandungan terlalu keras.
Cat rambut biasanya mengandung bahan kimia, setidaknya ada amonia, hidrogen peroksida, isopropil alkohol, p-Phenylenediamine dan resorcinol, yang mana dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker dapat terjadi, berhubungan dengan darah seperti leukemia dan limfoma.
Meskipun mungkin hanya kemungkinan kecil, cat rambut tetap memiliki kemugkinan untuk menyebabkan kanker, terlebih jika produk yang dipilih tidak memiliki kualitas bagus, dan mengandung bahan-ahan kimia berbahaya.
Lalu, Kapan Waktu yang tepat untuk mewarnai rambut?
Tidak untuk usia dini, cat rambut ternyata disarankan untuk dilakukan saat sudah berusia 16 tahun ke atas.
Saat usia 16 tahun, rambut dinilai sudah lebih kuat dan mengurangi risiko kerusakan serta alergi.
Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan adalah penggunaan jenis pewarna atau cat rambut.
Sebaiknya, kamu menggunakan cat rambut yang semi permanen atau nabati, karena memiliki kandungan yang lebih aman.
Lalu saat akan mewarnai rambut, lakukan hanya pada bagian batang rambut saja, dan hindari mengenai kulit kepala langsung.
Selain memilih jenis cat rambut yang semi permanen, kamu juga harus memerhatikan kandungan yang ada pada cat rambut, ya.
(*)
( RIRIN / TRIBUNSHOPPING.COM )