TRIBUNSHOPPING.COM - Tummy time, atau waktu tengkurap, adalah salah satu kegiatan sederhana namun sangat penting dalam tahap tumbuh kembang bayi.
Meski terlihat sepele, banyak orang tua baru yang masih ragu atau bahkan belum memahami betapa pentingnya memperkenalkan tummy time sejak dini kepada si kecil.
Bukan hanya karena bayi tampak belum nyaman saat pertama kali diajak tengkurap, tapi juga karena aktivitas ini sering dianggap tidak terlalu mendesak atau bisa dilakukan nanti-nanti saja.
Padahal, tummy time sebenarnya bukan sekadar tren parenting modern.
Baca juga: Obat Nyamuk Semprot Ampuh Bunuh Nyamuk, Tapi Hati-hati untuk Kesehatan Bayi
Kegiatan ini sudah dianjurkan oleh banyak pakar tumbuh kembang anak karena memiliki dampak besar terhadap perkembangan motorik bayi.
Namun, penting untuk dicatat bahwa tummy time harus dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan tentunya dengan pengawasan penuh dari orang tua.
Saat baru memulai tummy time, mungkin bayi akan rewel, merengek, atau hanya tahan beberapa detik. Wajar saja, karena ini adalah posisi yang baru bagi mereka.
Justru karena itulah penting bagi orang tua untuk tidak menyerah dan menjadikan momen tummy time sebagai rutinitas yang penuh interaksi dan kehangatan.
Lalu, kapan waktu terbaik untuk memulai tummy time? Seberapa lama harus dilakukan setiap hari dan bagaimana cara agar bayi merasa nyaman dan tidak stres saat tummy time?
Semua pertanyaan itu akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Manfaat Tummy Time pada Bayi

Tummy time adalah aktivitas menaruh bayi dalam posisi tengkurap saat ia terjaga dan dalam pengawasan, dan memiliki banyak manfaat penting untuk tumbuh kembangnya.
Meskipun sederhana, tummy time membantu memperkuat otot-otot leher, bahu, punggung, dan inti tubuh bayi yang kelak diperlukan untuk duduk, merangkak, hingga berjalan.
Salah satu manfaat utama tummy time adalah mencegah flat head syndrome atau sindrom kepala datar (posisi kepala yang menjadi datar karena terlalu lama telentang).
Dengan melakukan tummy time secara rutin, tekanan pada bagian belakang kepala bayi berkurang, sehingga bentuk kepala tetap proporsional dan seimbang.
Tummy time juga melatih kontrol kepala. Ketika bayi dalam posisi tengkurap, ia akan mencoba mengangkat kepalanya, menoleh, dan melihat sekeliling.
Ini adalah latihan alami yang menstimulasi otot-otot leher dan koordinasi mata.
Aktivitas ini bahkan membantu perkembangan penglihatan karena bayi mulai belajar mengarahkan pandangan dari sudut pandang yang berbeda.
Baca juga: Review Buku 100 Kata Pertama Sound Book, Menstimulasi Bicara dan Membantu Kecerdasan Otak Anak
Selain itu, tummy time membantu bayi mengenal tubuhnya sendiri dan meningkatkan kesadaran sensorik serta keterampilan motorik kasar.
Dengan sering tengkurap, bayi belajar menggunakan tangannya untuk menopang tubuh dan akhirnya mendorong dirinya maju atau merangkak.
Tak hanya manfaat fisik, tummy time juga mendukung perkembangan mental dan emosional.
Ketika dilakukan bersama orang tua, tummy time bisa menjadi waktu bermain yang menyenangkan, membangun ikatan, dan memperkuat hubungan emosional.
Untuk hasil optimal, tummy time sebaiknya dimulai sejak dini—bahkan sejak bayi baru lahir—dengan durasi pendek yang bertahap ditingkatkan seiring usia dan kekuatan otot bayi.
Tahapan dan Tips Tummy Time

Tummy time atau waktu tengkurap adalah kegiatan penting yang mendukung perkembangan motorik bayi sejak dini.
Namun, karena bayi belum terbiasa, tummy time perlu dilakukan secara bertahap dan dengan pendekatan yang tepat agar bayi merasa nyaman.
Berikut adalah tahapan dan tips melakukan tummy time secara efektif:
Tahapan Tummy Time Berdasarkan Usia:
1. Usia 0–1 bulan:
Mulai dari tummy time singkat selama 1–2 menit, 2–3 kali sehari.
Letakkan bayi tengkurap di dada atau pangkuan orang tua.
Ini membuat bayi merasa aman karena tetap dekat dengan detak jantung dan bau tubuh ibu atau ayah.
Bisa juga dilakukan di atas permukaan empuk seperti matras dengan alas kain bersih.
2. Usia 1–2 bulan:

Tambah durasi menjadi 5–10 menit, 3 kali sehari.
Bayi mulai mampu mengangkat kepala selama beberapa detik.
Letakkan mainan warna-warni di depan bayi agar tertarik melihat sekeliling.
Pastikan area bebas dari benda tajam atau berbahaya.
3. Usia 3–4 bulan:
Durasi bisa meningkat hingga 20–30 menit dalam sehari (dengan beberapa sesi).
Bayi mulai bisa menahan kepala lebih lama, menumpu dengan tangan, bahkan mencoba menggulingkan tubuh.
Gunakan tummy time mat atau cermin bayi agar lebih menarik.
4. Usia 5 bulan ke atas:

Bayi biasanya sudah bisa menopang tubuh dengan lengan lurus dan mulai mendorong tubuh.
Tummy time bisa menjadi ajang eksplorasi dan latihan merangkak.
Tips Penting agar Tummy Time Menyenangkan:
Baca juga: 5 Rekomendasi Mainan Tenda Anak, Dapat Menstimulasi Tumbuh Kembang dan Imajinasinya
- Pilih waktu yang tepat: Lakukan saat bayi sedang tenang dan tidak lapar atau terlalu kenyang.
- Buat suasana menyenangkan: Ajak bayi bicara, bernyanyi, atau beri mainan favorit sebagai rangsangan visual.
- Konsisten dan bertahap: Jangan memaksakan durasi lama di awal. Yang penting rutin dan bertahap meningkat.
- Selalu awasi: Jangan tinggalkan bayi sendirian saat tummy time, meskipun hanya sebentar.
- Gunakan bantuan bantal khusus tummy time jika bayi belum bisa menopang kepala sepenuhnya.
Dengan tahapan yang tepat dan suasana yang mendukung, tummy time akan menjadi aktivitas menyenangkan yang bermanfaat besar bagi tumbuh kembang bayi.
Itulah pentingnya tummy time dan bagaimana tahapan si kecil memulai tummy time demi tumbuh kembangnya yang optimal.
Cek Artikel dan Berita lainnya di
(Cynthiap/Tribunshopping.com)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!