TRIBUNSHOPPING.COM- Untuk kamu yang menggunakan hijab atau jilbab sehari-hari, tentu harus memperhatikan pencuciannya dengan benar ya.
Yap, mencuci hijab tidak boleh asal, perlu cara yang tepat supaya bahan tidak mudah rusak atau permukaannya menjadi kasar.
Dapatkan deterjen cair berkualitas untuk bantu bersihkan hijab yang kotor, klik di sini ya.
Tidak boleh asak kucek atau sikat jika tidak ingin hijabmu jadi rusak.
Nah, kalau bingung bagaimana cara mencuci hijab secara tepat, ada banyak cara yang bisa dilakukan loh.
Baca juga: Biar Gak Gampang Robek, Ini 5 Tips Mencuci Hijab dan Kain Berbahan Lembut
Berikut ini 7 tipsnya dilansir dari berbagai sumber, yuk simak!
1. Jangan Dicampur Bahan Pakaian Lain

Supaya pembersihan lebih tuntas dan tidak terkontaminasi noda dari pakaian lain, ada baiknya untuk mencuci hijab secara terpisah.
Hal ini juga bertujuan untuk menghindari kelunturan warna.
Terlebih jika hijabmu berwarna cerah, hindarkan dari pakaian yang mudah luntur supaya bahan dan tampilannya terjaga.
2. Pastikan Menggunakan Sabun atau Deterjen yang Tepat

Penggunaan deterjen untuk mencuci hijab harus tepat jika ingin kelembutannya terjaga.
Sebaiknya bukan menggunakan deterjen bubuk, karena deterjen ini lebih cocok untuk membersihkan pakaian seperti baju dan celana yang dirasa lebih tebal.
Untuk hijab, sebaiknya menggunakan sabun cair saja.
Jika bahan sangat tipis, kamu bisa menggunakan opsi sampo.
3. Sebaiknya Tidak Menggunakan Mesin Cuci

Mencuci pakaian menggunakan mesin cuci memang terasa lebih mudah, cepat, dan praktis.
Namun, tidak semua bahan pakaian atau kain cocok dengan penggunaan mesin cuci.
Untuk mencuci jilbab atau pakaian yang cukup tipis dan lembut, disarankan tidak membersihkannya pakai mesin cuci.
Jika mencuci dengan mesin cuci sekaligus dicampur pakaian lain, dikhawatirkan jilbab akan mudah sobek karena gesekan dengan baju dan celana.
Kalau dipaksakan, maka hijab atau jilbab ini akan terlilit pakaian lain dan pada akhirnya bahan jadi molor.
Proses pencucian kasar bisa membuat bahan menjadi rapuh.
4. Kucek Secara Perlahan Pakai Tangan

Untuk bahan hijab yang tipis memang disarankan dicuci pakai tangan saja.
Mencuci dengan tangan juga membuat hijab tidak mudah kusut ataupun gampang robek.
Tapi ingat, jangan mengucek hijab terlalu keras juga.
Cukup bilas hijab dengan lembut termasuk di area yang bernoda.
Selain itu, kamu tidak disarankan untuk menyikat hijab mengingat ujung sikat yang cukup kasar dan tajam.
Menyikat hijab bisa berisiko merusak tekstur kain hijab itu sendiri.
Apabila kamu mendapati noda yang mebandel, cukup rendam pakai sabun atau air hangat saja supaya kotoran terangkat.
5. Atasi Noda Bandel dengan Direndam Sebentar

Jika mendapati noda bandel di permukaan hijab, sebaiknya direndam terlebih dahulu ya.
Kamu bisa menggunakan air dingin dengan tambahan sedikit deterjen yang lembut.
Biarkan hijab merendam selama beberapa menit untuk melonggarkan kotoran dan debu.
6. Jemur di Area Sejuk

Jika pembersihan sudah selesai, sebaiknya hijab ini segera dijemur.
Jemurlah di luar ruangan supaya pengeringan jauh lebih cepat dan maksimal ke berbagai sisi.
Tapi ingat, jangan langsung jemur di bawah sinar matahari karena bisa membuat warna hijab pudar.
Kamu bisa menjemurnya di area sejuk atau diangin-anginkan di luar ruangan saja.
Untuk posisi menjemur yang lebih efektif, bentangkan hijab di atas tali jemuran supaya kering sempurna.
7. Hindari Menyetrika dengan Suhu Terlalu Panas

Dikutip dari Kompas.com, ada beberapa bahan yang jika disetrika mudah terbakar, seperti bahan sutra, satin, atau chiffon.
Oleh sebab itu, perlu diperhatikan agar suhu setrika yang digunakan untuk hijab tidak terlalu panas.
Bahkan, bahan yang tipis dan tidak mudah kusut lebih baik tidak usah disetrika.
(RIFA/TRIBUNSHOPPING.COM)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!