TRIBUNSHOPPING.COM - Apakah kamu pernah mengalami infeksi pada kulit?
Infeksi yang terjadi pada kulit ini seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman.
Rasa tidak nyaman ini biasanya disertai gatal dan terasa panas.
Nah, infeksi pada kulit inilah yang seringkali disebut dengan jamur.
Karena jamur tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab, infeksi kulit jamur dapat berkembang di area yang berkeringat atau lembab.
Dapatkan obat antijamur kualitas terbaik dengan klik di sini.
Area berkeringat dan lembap ini tidak mendapatkan banyak aliran udara, termasuk kaki, selangkangan, dan lipatan kulit.
Hal itulah yang menyebabkan jamur menjadi tumbuh dengan subur.
Namun tahukah kamu, ada beberapa macam infeksi jamur pada kulit, seperti panu, kurap, dan kudis.
Walaupun seringkali dianggap sama, penyakit kulit ini ternyata berbeda, lho.
Untuk lebih lengkapnya, berikut Tribunshopping.com akan memberikan penjelasan singkat tentang perbedaan dari ketiga infeksi jamur tersebut.
Simak sampai akhir, ya!
1. Panu
Infeksi jamur pada kulit yang pertama adalah panu.
Panu, atau tinea versikolor, seringkali juga disebut pityriasis versicolor.
Panu merupakan infeksi kulit jamur atau ragi yang menyebabkan bercak-bercak kecil berbentuk oval pada kulit.
Hal itu disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jenis jamur tertentu yang disebut Malassezia.
Nah, jamur malassezia ini secara alami ada pada kulit sekitar 90 persen orang dewasa.
Bercak kulit yang dapat berubah warna ini paling sering terjadi pada punggung, dada, dan lengan atas.
Bercak itu mungkin terlihat lebih terang atau lebih gelap dari bagian kulit kita yang lain.
Bahkan bercak itu dapat berwarna merah, merah muda, atau cokelat.
Bercak ini terasaa gatal dan teksturnya bersisik.
Tinea versikolor kemungkinan besar terjadi selama musim panas atau di daerah dengan iklim yang hangat dan basah.
Kondisi itu terkadang dapat kembali pulih seperti sedia kala setelah dilakukan perawatan.
Salah satu pearwatannya adalah dengan rutin menggunakan obat antijamur agar panu segera sembuh dan memudar.
Selain itu juga penting untuk selalu menjaga kebersihan kulit agar panu tidak muncul lagi.
Baca juga: Panu Biklin Gatal dan Nggak Pede? Atasi dengan 5 Bahan Alami Ini
Kalpanax K 5 gram.
2. Kurap
Selanjutnya adalah kurap.
Kurap disebabkan oleh jamur dan bukan cacing.
Bahkan infeksi jamur satu ini biasanya terjadi pada batang tubuh dan anggota badan.
Kurap yang muncul di area tubuh lain dapat memiliki nama yang berbeda, seperti kutu air dan gatal di selangkangan.
Berikut gejala utama kurap adalah ruam berbentuk cincin dengan tepi sedikit terangkat.
Nah, kulit di dalam ruam melingkar ini biasanya terlihat sehat.
Ruam dapat menyebar dan seringkali terasa gatal.
Perlu diperhatikan, kurap adalah infeksi jamur kulit yang umum dan sangat menular.
Walaupun begitu, infeksi jamur ini tidak serius, dan biasanya dapat diobati dengan menggunakan krim antijamur.
Baca juga: 6 Manfaat Kunyit Menunjang Kecantikan, Bisa Dipakai Sembuhkan Kudis
Ketoconazole Cream 50 gram.
3. Kudis
Infeksi jamur pada kulit terakhir adalah kudis.
Kudis merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Candida.
Jenis jamur ini secara alami ada di dalam tubuh kita.
Hal itu dapat terjadi, ketika jamur candida tumbuh secara berlebihan.
Infeksi kulit Candida ini terjadi di daerah yang hangat, lembap, dan berventilasi buruk.
Nah, beberapa contoh area khas yang dapat terpengaruh termasuk di bawah payudara dan di lipatan bokong, seperti ruam popok.
Gejala-gejala infeksi Candida pada kulit terdiri dari ruam merah, gatal, dan pustula merah kecil.
Jika kamu mengalami tanda-tanda dari gejala tersebut, sebaiknya segera mengambil tindakan untuk menyembuhkannya dengan obat anti jamur.
Baca juga: Panu Biklin Gatal dan Nggak Pede? Atasi dengan 5 Bahan Alami Ini
FUNGIDERM 5 ML
Nah itulah perbedaan dari ketiga infeksi jamur pada kulit.
Jika mengalami gejala atau tanda-tanda di atas, kamu perlu segera mengatasinya dengan menggunakan obat khusus jamur.
Kalau kamu sedang mencari obat untuk mengatasi panu, kurap, dan kudis, bisa langsung klik link produk yang ada dalam artikel ini.
Jika infeksi jamur tidak kunjung sembuh, sebaiknya kamu menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.
Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari gejala penyakit infeksi jamur pada kulit.
(AZIZAH/TRIBUNSHOPPING.COM)








Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!