TRIBUNSHOPPING.COM - Pernahkah kamu menyadari, di musim pancaroba seperti saat ini, banyak sekali orang yang membutuhkan istirahat karena tubuhnya kurang enak badan.
Yup, perubahan musim memang membuat kita harus lebih lebih fit dan menjaga stamina, karena jika lengang, berbagai penyakit bisa mengintai.
Apa saja kira-kira penyakit yang rawan menyerang saat musim seperti ini?
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini Tribunshopping telah merangkum informasinya untukmu:
1. Batuk Pilek atau Flu
Salah satu penyakit yang kerap menghampiri saat musim pancaroba adalah batu pilek atau flu.
Flu musim dingin sering terjadi pada pergantian musim karena virus flu lebih mudah menular pada cuaca dingin dan kering, sama seperti saat ini.
Nah, saat udara dingin dan kering, virus flu ternyata dapat bertahan lama di udara dan permukaan benda.
Dengan begitu, virus ini akan lebih mudah menular ke orang lain melalui sentuhan dan udara.
Selain itu, sistem kekebalan tubuh manusia juga cenderung lebih lemah pada saat cuaca dingin, sehingga tubuhmu lebih mudah terserang virus.
BLACKMORES Multivitamin + Mineral
2. Masuk Angin
Setiap kamu sakit atau tidak enak badan, pasti sering menyebutnya dengan masuk angin, kan?
Sebenarnya, masuk angin tidak benar-benar ada, lho!
Jadi, ternyata istilah masuk angin sebenarnya termasuk dalam gejala infeksi saluran pernapasan akut dalam tingkat ringan.
Gejala yang sering dirasakan ketika seseorang merasa masuk angin adalah pusing, mual, demam, hidung tersumbat, dan lainnya.
3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit yang kerap mengintai saat musim pancaroba yang berikutnya adalah Demam Berdarah atau DBD.
Nah, ternyata kasus penyakit ini akan mengintai saat musim pacaroba.
Bukan tanpa alasan, saat pancaroba nyamuk penyebab DBD lebih mudah berkembang biak ketika musim hujan dan kebersihan lingkungan yang tidak dijaga.
Penyakit yang disebabkan karena gigitan nyamuk aedes aegypti ini mengandung virus yang masuk ke dalam daya tahan tubuh, sehingga membuatnya lemah.
Agar terhindar dari DBD, kamu wajib meminimalisir perkembangbiakan nyamuk.
Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan 3M yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang-barang bekas sehingga tidak terjadi penumpukan.
IMBOOST Effervescent Vitamin C Suplemen Daya Tahan Tubuh
3. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
Penyakit yang sering terjadi saat musim pancaroba selain DBD adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, pilek, influenza, dan bronkitis.
ISPA paling sering disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui percikan air liur saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Jika dibandingkan dengan orang dewasa, ISPA lebih rentan dialami oleh balita, karena sistem imun tubuhnya belum terbentuk sempurna untuk merespons dan melawan infeksi dengan baik.
Selain balita, lansia dan orang dengan gangguan imun juga berisiko tinggi mengalami infeksi ini.
untuk gejalanya sendiri biasanya berupa hidung tersumbat, sakit tenggorokan, badan lelah, demam, pusing, hingga sesak napas.
Sebenarnya, infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya.
Namun, untuk beberapa kondisi, ISPA juga berisiko menimbulkan komplikasi, seperti pneumonia.
Jadi, kamu harus berhati-hati dengan selalu menjaga daya tahan tubuh, ya!
WELLNESS Multivitamin/Mineral Formula
4. Zika
Masih asing dengan penyakit Zika?
Zika sama seperti DBD karena berasal daari gigitan nyamuk.
Bedanya, virus ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin dan bisa menyebabkan bayi menderita mikrosefali.
Saat menderita penyakit musim pancaroba ini, seseorang biasanya akan mengalami demam, sakit kepala, ruam kulit, gatal di seluruh tubuh, mata merah, serta nyeri otot dan sendi.
Untuk gejalanya biasanya terjadi selama 2 hari sampai seminggu dan akan hilang dengan sendirinya.
Agar segera membaik dan meringankan gejalanya, kamu disarankan untuk berisitirahat dengan cukup.
Pastikan juga kamu selalu melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat, ya!
5. Chikungunya
Penyakut yang juga sering mengintai di musim pancaraboda adalah Chikungunya.
Sama seperti DBD dan Zika, penularan penyakit Chikungunya terjadi melalui gigitan nyamuk.
Gejalanya pun juga mirip-mirip dengan DBD seperti demam, sakit kepala, nyeri sendi dan kelelahan.
jika sudah komplikasi, penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya dapat meliputi penyakit hepatitis, penyakit ginjal akut, mielitis atau gangguan syaraf.
Pencegahan penyakit chikungunya sama halnya seperti pencegahan penyakit DBD, yaitu dengan menerapkan 3M serta meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi vitamin C. (*)
(RIRIN/TRIBUNSHOPPING.COM)








Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!