TRIBUNSHOPPING.COM - Semakin mahalnya suatu ponsel, maka kualitasnya pun semakin bagus.
Hal ini berlaku untuk spek yang ditawarkan, fitur, dan juga ketahanan dari smartphone itu sendiri.
Temukan HP dengan layar yang sudah mendukung refresh rate 90 Hz di sini.
Seperti halnya smartphone yang sudah dibekali dengan Corning Gorilla Glass yang merupakan pelindung layar gadget berbahan dasar kaca yang kuat dan tahan banting.
Screen protector ini diklaim mampu melindungi layar gadget supaya tidak retak atau pecah saat jatuh dari ketinggian hingga 1,2 m di permukaan kasar.
Namun, tak semua HP sudah dibekali dengan fitur tersebut.
Baca juga: Bebas Bising dan Noise dengan 5 Rekomendasi Mikrofon Eksternal untuk HP Ini
Oleh karenanya, kamu bisa melindungi layar dengan pelindung seperti tempered glass atau dengan hydrogel.
Ada sebagian orang yang lebih memilih tempered glass, ada juga yang lebih menyukai hydrogel.
Lalu, apa sih perbedaan diantara keduanya? Yuk simak artikel ini sampai habis!
1. Daya Tahan

Tujuan utama dari pelindung layar, ya jelas untuk melindungi layar.
Mengenai itu, tempered glass dan hydrogel memiliki perbedaan yang cukup seginifikan.
Pada dasarnya, tempered glass adalah lempengan kaca yang disertai perekat.
Jadi, praktisnya smartphone kamu punya 2 lapisan kaca ketika menggunakan tempered glass, yang mana jelas menambah proteksi dari benturan dan mencegah kaca smartphone retak.
Di sisi lain, hydrogel terbuat dari bahan elastis yang bisa merenggang.
Pada esensinya, fungsi hydrogel adalah untuk menahan goresan, bukan untuk mengurangi dampak benturan seperti tempered glass.
Pada aspek daya tahan, tempered glass jelas pemenangnya, sebab dari ketebalan dan material yang digunakannya lebih superior dari pada hyrdogel atau liquid glass.
2. Responsivitas Sentuhan

Pada aspek responsivitas sentuhan inilah hydrogel atau liquid glass screen protector unggul, sebab ketipisannya yang jauh lebih superior dari pada tempered jelas membuatnya lebih sensitif terhadap sentuhan jari. (pexels/Marcus Aurelius)
Mungkin sebagian besar dari pembaca sudah pernah mencoba pelindung layar jenis tempered glass.
Pelindung layar jenis ini biasanya hadir dalam ketebalan mulai dari 0,3 – 0,5 mm yang bisa jadi memengaruhi sensitivitas digitizer terhadap sentuhan jari.
Kendati demikian, biasanya pengguna tidak serta-merta merasakan penurunan sensitivitas yang drastis hingga mengganggu pemakaian smartphone.
Aspek lain yang berkaitan dengan ini adalah sensasi taktil yang ditawarkan oleh tempered glass sangat mirip dengan layar smartphone sebelum ditutup pelindung layar.
Sedangkan pelindung layar jenis hydrogel atau yang biasa disebut dengan liquid glass ini jauh lebih tipis dari tempered glass.
Beberapa varian hydrogel yang mainstream di pasaran mengklaim punya ketipisan hingga 100 nanometer yang jika dipasangkan ke layar HP, kamu tidak bakal melihat bagian tepinya.
Pada aspek responsivitas sentuhan inilah hydrogel atau liquid glass screen protector unggul.
Sebab ketipisannya yang jauh lebih superior dari pada tempered jelas membuatnya lebih sensitif terhadap sentuhan jari.
3. Estetika Layar

Setelah mengetahui keunggulan masing-masing dari segi responsivitas dan proteksi, berikutnya adalah estetika layar.
Meski sebenarnya tidak secara langsung memberi fungsi, estetika layar bisa memengaruhi kenyamanan pengguna secara subjektif.
Banyak dari varian tempered glass yang beredar memiliki bagian tepi yang tidak mengikuti kurva layar, sehingga menghasilkan pembiasan cahaya ketika dilihat dari sudut menyamping.
Baca juga: Mudah, Ini 5 Cara Memasang Tempered Glass agar Rapi dan Presisi
Kamu bisa menemukan ini pada bagian tepi potongan tempered glass yang memberi impresi jelas bahwa ada lapisan layar ekstra di smartphone kamu.
Sedangkan hydrogel terlihat sangat menyatu dengan layar, memiliki tepian yang tipis dan menempel erat dengan pinggir layar smartphone yang memiliki kurva.
Ini membuat pengoperasian lebih nyaman karena jari tidak akan “tersangkut” ke tepian pelindung layar seperti pada tempered glass.
4. Kemudahan Pemasangan

Umumnya, tempered glass punya material yang lebih kaku daripada hydrogel.
Hal ini yang membuatnya sangat mudah ketika dipasang atau dibongkar.
Dengan material yang kaku tersebut, membuatnya tidak mudah goyah saat sedang dipasang, dan relatif lebih mudah diatur.
Berbeda dengan hydrogel yang memiliki material lebih lentur.
Dikarenakan kelenturannya, membuat orang akan lebih sulit ketika memasangnya.
Jika kamu kurang berpengalaman, bisa saja membuatnya tidak rapi ketika dipasang.
Bisa juga terdapat gelembung pada layar yang membuat tampilannya akan sangat menganggu.
Jika kamu memang lebih suka menggunakan hydrogel, pastikan kamu memasangnya dengan benar atau bisa meminta dipasangkan dengan orang yang sudah profesional.
(RENI DWI/TRIBUNSHOPPING.COM)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!