TRIBUNSHOPPING.COM - Sebelum seorang anak telah menuju kedewasaan atau sering disebut baligh, anak belum diwajibkan untuk puasa.
Namun, bila si kecil tertarik untuk mencoba puasa, boleh-boleh saja.
Temukan menu untuk sahur yang sehat untuk si kecil di sini.
Jika masih terlalu kecil, mungkin anak bisa memulai puasa setengah hari.
Jadi, tak perlu buru-buru mengajak ia puasa hingga waktu Maghrib.
Baca juga: Coba 5 Menu Buka Ini agar Kulit Tetap Cantik Selama Puasa Ramadhan 1443 H
Berikut ini tips yang bisa Ibu lakukan agar anak kuat saat puasa ramadhan 1443 H nanti:
1. Berikan Susu Pertumbuhan saat Sahur
Selain memberikan nutrisi seimbang saat sahur, jangan lupa untuk menyiapkan segelas susu pertumbuhan untuk si kecil.
Dengan begitu, diharapkan anak dapat lebih kuat dan tetap aktif meski sedang berpuasa.
Terutama bila anak memutuskan mencoba untuk berpuasa hingga sore hari.
Selain itu, Ibu juga bisa menyiapkan susu pertumbuhan pada jam berbuka.
Mengingat anak sudah berpuasa seharian, Ibu perlu mengisi kembali kebutuhan kalori saat buka puasa.
Temukan susu yang baik untuk pertumbuhan si kecil di sini.
2. Atur Aktivitas Si Kecil
Sebaiknya atur jadwal anak, sehingga energinya cukup sampai sore menjalang buka puasa.
Salah satu hal yang bisa Ibu lakukan adalah mengatur jadwalnya lebih padat di waktu sore dan malam hari.
Tepatnya menjelang dan setelah berbuka puasa.
Misalnya, bila pada bulan-bulan lainnya Ibu rutin mengajak anak berolahraga pada pagi hari, sebaiknya mulai alihkan waktunya menjadi sore hari.
Jadi, bila anak mulai merasa capek atau haus, ia tak perlu menunggu lama untuk berbuka puasa.
Baca juga: 5 Cara Rawat Kulit Tepat Glowing saat Puasa Ramadhan 1443 H
3. Siapkan Menu Sahur dengan Nutrisi Seimbang
Kalori yang dibutuhkan anak saat puasa maupun tidak puasa tetap sama.
Oleh sebab itu, penting bagi Ibu untuk menyiapkan sahur dengan asupan nutrisi seimbang.
Sediakan asupan Karbohidrat, Protein, Vitamin, Serat, dan lainnya melalui nasi atau kentang, sayur, lauk-pauk, dan buah-buahan.
Mengingat ini merupakan sahur tahun pertamanya, sediakan waktu lebih panjang dari waktu Imsak.
Jadi, anak bisa makan secara perlahan dan tidak terburu-buru.
4. Beri Vitamin Anak
Sumber vitamin terbaik tentunya berasal dari buah dan sayur.
Namun, tak ada salahnya untuk memberikan suplemen atau vitamin tambahan bagi anak.
Apalagi, jika anak termasuk kurang suka sayur atau buah, atau porsi makannya terbilang sedikit bagi anak seusianya.
Ibu bisa memberikan vitamin menjelang waktu Imsak.
Jadi, manfaat vitamin tersebut dapat terasa oleh anak ketika ia sedang berpuasa.
5. Sediakan Waktu Tidur yang Cukup
Selain mengatur jadwalnya seharian selama puasa, Ibu juga dapat membantu anak menyimpan energinya.
Salah satu yang bisa Ibu lakukan yaitu dengan menyediakan waktu tidur siang yang cukup.
Misalnya, setelah pulang dari preschool atau playgroup, biarkan anak beristirahat dan tidur siang sejenak.
Pastikan ia mengenakan pakaian yang nyaman dan kamar dalam keadaan cukup sejuk.
Jadi, ia terhindar dari berkeringat berlebihan dan dehidrasi. (*)
(RENI DWI/TRIBUNSHOPPING.COM)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!